VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.00 8875.00
SGD7185.82 7170.82 
AUD9810.20 9506.20 
JPY118.25 113.83 
10-Feb-2012 / 11:40 WIB

 
10 Investor Incar Aset Carrefour PDF Print
Thursday, 02 September 2010
SINGAPORE (SINDO) – Carrefour SA melaporkan sudah ada 10 investor yang menyatakan minat membeli 61 gerai miliknya yang tersebar di Malaysia, Singapura, dan Thailand.Tesco Corp dari Inggris merupakan salah satu dari 10 investor tersebut.

“Peritel Singapura, Dairy Farm International Holding Ltd dan Casino Guichard Perrachon SA (Prancis) juga menyatakan minat, tapi raksasa ritel dari Amerika Serikat (AS) Wal-Mart Store Inc belum memasukkan penawaran,” kata Carrefour dalam sebuah laporan seperti dikutip Financial Timeskemarin. Financial Times juga melaporkan bahwa NTUC FairPrice Cooperative Ltd (Malaysia) juga berminat. Namun, Dairy Farm dan NTUC FairPrice enggan berkomentar seputar berita ini.

Aeon Co Ltd (Jepang) juga menolak dihubungkan dengan perebutan aset Carrefour di Asia tersebut. Nikkei melaporkan Aeon tertarik membeli aset Carrefour untuk meningkatkan kinerja perusahaan karena pasar domestik masih lesu.Aeon telah mengakuisisi gerai Carrefour di Jepang pada 2005 atau lima tahun setelah peritel Prancis itu memasuki pasar Jepang. Jon Wright dari Euromonitor International menyatakan rumah tangga di Asia sangat potensial.

“Secara jangka panjang, aset-aset ini merupakan investasi yang sangat layak. Jaringan suplai sudah ada,apa yang Anda lakukan hanya meningkatkan margin dan laba yang lebih tinggi,”papar dia. Wright mengestimasikan omzet sektor ritel Asia pada 2009 bernilai USD389 miliar.Omzet ini diprediksi tumbuh 3,3% per tahun hingga 2014. Secara global, sektor ritel hanya tumbuh 2,1% pada periode 2010-2014.

Agustus lalu Wakil Menteri Perdagangan Malaysia Mukhriz Mahathir menyatakan, Carrefour dalam proses divestasi bisnisnya di Malaysia.Total gerai Carrefour di Malaysia sebanyak 23. Awal pekan ini Carrefour berhasil mencatatkan laba bersih 82 juta euro (USD104 juta) pada semester I/2010 setelah menderita rugi tahun lalu (year on year/yoy). Chief Executive Officer (CEO) Carrefour menolak berkomentar seputar rencana perusahaannya mendivestasikan asetnya di Asia dan rencana restrukturisasi bisnis hypermarkets di Eropa. (AFP/ahmad senoadi)