VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.00 8875.00
SGD7185.82 7170.82 
AUD9810.20 9506.20 
JPY118.25 113.83 
10-Feb-2012 / 11:40 WIB

 
Angkot Dilarang Naikkan Tarif PDF Print
Thursday, 02 September 2010
SEMARANG (SINDO) – Dishubkominfo Kota Semarang menyatakan tarif angkutan kota (angkot) dan bus dalam kota pada masa angkutan Lebaran tahun ini tidak akan naik.

Memasuki H-7 Lebaran dipastikan jumlah penumpang akan mulai meningkat.Tidak hanya pada angkutan jarak jauh, tapi juga jumlah penumpang angkot juga bakal meningkat. Dalam praktiknya,Kepala Dishubkominfo Kota Semarang Gurun Risyad Moko menjamin menjelang Lebaran para awak angkot dan bus dalam kota di Semarang tidak akan menaikkan tarif. ”Kami tidak menganjurkan ada kenaikan tarif,petugas akan memantau di lapangan,” katanya kemarin. Tarif angkot untuk 8 km pertama Rp900 per penumpang dan lebih dari 8 km dikalikan Rp118 per penumpang.

Sementara tarif bus sedang Rp900 per penumpang dan lebih dari 8 km dikalikan Rp111 per penumpang.Adapun tarif bus kecil dan bus sedang maksimal Rp2.750 per penumpang. Gurun menjelaskan, angkutan kota antarprovinsi (AKAP) dan angkutan kota dalam provinsi (AKDP) kelas ekonomi masih berlaku tarif bawah Rp86/penumpang/km dan tarif batas atas Rp139/penumpang. Tarif AKAP dan AKDP dengan pendingin (AC) menyesuaikan harga pasar.Tidak adanya kenaikan tarif angkutan tersebut karena di Kota Semarang setiap enam bulan ada evaluasi tarif angkutan.

Keputusan tidak menaikkan tarif angkot ini diprotes oleh para sopir angkot. Sopir bus Mangkang– Penggaron,Wahyono,misalnya.Dia tidak setuju dengan kebijakan Dishubkominfo tersebut. Dia berdalih momen Lebaran sudah merupakan hal yang biasa jika tarif angkot naik. ”Setoran kami juga naik, masak tarif tidak naik, nanti bisa tombok (rugi) kami,”ujarnya. Ketua Organda Kota Semarang Deddy Sudihardi membenarkan untuk Lebaran tahun ini tidak ada kenaikan tarif angkot. Terlebih lagi, secara nasional tidak ada tuslah.“ Ya,kemarin rapat dengan Dishubkominfo memang seperti itu, tarif angkot tetap seperti biasa,” ungkapnya.

Mengenai protes para sopir, Deddy menegaskan bahwa dirinya siap menampung aspirasi dari sopir angkot untuk kemudian diusulkan ke Dishubkominfo. “Untuk membuat usulan ke Dishubkominfo, saya juga menunggu masukan- masukan dari pengusaha maupun sopir angkot,”tandasnya. (alkomari)

 
coverjateng