|
||||||||||||||||||
| Sistem Subsidi Dihapus Bertahap |
|
|
| Thursday, 02 September 2010 | |
|
JAKARTA(SINDO) – Pemerintah secara bertahap akan menghapuskan sistem
subsidi dalam penyusunan APBN. Untuk itu,pemerintah telah menyusun peta
kebijakan (roadmap) pengurangan subsidi. Dalam roadmaptersebut,pemerintah menargetkan penyelesaian subsidi pupuk dalam tiga tahun, subsidi listrik dalam empat tahun, dan subsidi bahan bakar minyak (BBM) dalam lima tahun. Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo mengatakan, penghapusan sistem subsidi tersebut untuk mengurangi beban APBN. Dengan begitu, pemberian subsidi akan diarahkan untuk program penanggulangan kemiskinan.
“Pemerintah menghapus sistem subsidi dan menggantinya dengan program khusus,” kata Menkeu di Jakarta kemarin. Dia mengatakan, meski menghapus subsidi, pemerintah tetap memerhatikan masyarakat miskin yang berhak menerima bantuan langsung dari pemerintah. “Bukan berarti kita tidak memperhatikan kaum yang termarginalkan atau kaum susah. Kita akan ada program khusus untuk mengurusi, memperhatikan, dan memberdayakan masyarakat yang termarginalkan atau yang miskin ini,” tegas mantan Direktur Utama Bank Mandiri tersebut. Adapun roadmappenghapusan subsidi tersebut untuk menyehatkan anggaran pemerintah.Selama ini pemberian subsidi memberatkan anggaran, sementara dalam pelaksanaannya sering disalahgunakan. “Untuk pupuk,BBM,dan listrik itu kita perlu suatu roadmap yang intinya membuat APBN kita lebih sehat. Nah,kenaikan (tarif dasar listrik/ TDL) 15% itu sudah diketahui oleh semua pihak di lingkungan pemerintah. Ini semua nanti dikoordinasi menko perekonomian dan sudah sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dari 2009,”urainya. Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan, roadmap tersebut sudah didesain untuk jangka menengah panjang dan bukan untuk sekarang. “Intinya bagaimana subsidi kita harus tetap diberikan pada masyarakat dengan tepat sasaran,”kata dia. Dia mengatakan,penghapusan subsidi yang secara otomatis berdampak terhadap kenaikan TDL atau BBM akan memerlukan kajian yang mendalam dan komprehensif sehingga tidak serta merta diterapkan. “Harus diperhatikan daya beli masyarakat demikian pula dengan inflasi,”katanya. Menurut dia, penurunan subsidi listrik pada 2011 bukan berarti menyatakan TDL akan naik.Ini karena masih banyak pilihan yang bisa dilakukan untuk menutupi kekurangan biaya akibat penurunan subsidi listrik tersebut. “Kalau bicara pemotongan subsidi tidak otomatis kenaikan TDL. Jangan berpikir dulu ke arah itu,itu hanya salah satu, tapi kan sejauh mungkin kita harus lihat itu harus bisa diefisiensikan,” ujar dia. Hatta menyebutkan, beberapa opsi yang bisa dikaji untuk mengatasi masalah tersebut adalah mengganti penggunaan BBM dengan batu bara. “Misal tadi pakai BBM sekarang pakai batu bara. Dengan masuknya 2.000 MW batu bara maka itu cost-nya akan turun.Ini yang dibicarakan pemerintah dengan DPR jadi kita tidak bisa mengatakan, dengan penurunan subsidi itu otomatis TDL akan naik.Belum tentu,”ungkapnya. Sementara itu, anggota Komisi XI DPR Sadar Subagyo menyatakan persetujuannya dengan rencana penghapusan subsidi tersebut. Ini lantaran aturan subsidi yang diberikan pemerintah sekarang ini keliru karena subsidi dilekatkan pada barang. “Ini konsep yang salah, mestinya subsidi diberikan kepada sektor. Kalau subsidi BBM dilekatkan pada premium,siapa pun yang beli BBM akan dapat subsidi. Karena melekat pada barang dan tidak ada pembatasan siapa saja boleh beli barang itu,”kata Sadar. Tujuan subsidi, kata dia, seharusnya memberikan pemerataan bagi golongan yang mampu kepada golongan yang tidak mampu atau kepada sektor yang memang seharusnya ditanggung pemerintah. “Jadi saya lebih setuju jika subsidi BBM dihapus, dialihkan pada subsidi transportasi,”katanya. Menurut perhitungannya, alokasi subsidi BBM untuk wilayah Jabodetabek per tahun mencapai sekitar Rp12 triliun. “Kalau itu dihapus dan Rp3 triliun diberikan untuk transportasi umum, transportasi umum akan berkembang pesat dalam lima tahun ke depan,” ungkap Sadar. Ditanya tentang efek dari penghapusan subsidi berupa kenaikan TDL dan BBM untuk empat tahun ke depan, dia mengaku belum menghitung efek dan dampaknya. “Setuju atau tidak setuju terhadap kenaikan TDL,saya belum bisa berkomentar karena saya belum hitung,”katanya. (bernadette lilia nova) |