VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.00 8875.00
SGD7185.82 7170.82 
AUD9810.20 9506.20 
JPY118.25 113.83 
10-Feb-2012 / 11:40 WIB

 
Go Public,Harum Energy Bidik Rp4 Triliun PDF Print
Thursday, 02 September 2010
JAKARTA (SINDO) – PT Harum Energy mengincar dana sekitar Rp3,250-4,095 triliun melalui penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO).

Perseroan berharap bisa mencatatkan sahamnya (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 6 Oktober 2010. “Kami berharap saham IPO Harum bisa diserap pasar,” kata Direktur Investment Banking PT Mandiri Sekuritas Iman Rachman selaku penjamin emisi di Jakarta kemarin. Harum Energy berencana melepas 650 juta saham ke publik atau 24% dari total saham dengan harga penawaran Rp5.000-6.300 per saham.

Saham yang dilepas terdiri atas 200 juta saham baru dan 450 juta saham biasa atas nama pemilik PT Karunia Bara Perkasa. Perusahaan tambang batu bara ini juga memiliki opsi untuk menambah jatah IPO sebanyak 65 juta saham. Penambahan dilakukan dalam rangka stabilisasi harga usai IPO. Harum Energy telah mempercayakan PT Mandiri Sekuritas dan PT Ciptadana Securities selaku penjamin emisi. Adapun penjual investor global adalah Goldman Sachs dan Deutsche Group.

Iman optimistis IPO Harum Energy akan terserap pasar.Berdasarkan proyeksi kinerja perseroan 2011,rasio harga terhadap laba bersih perseroan (price earning ratio/ PER) perseroan sekitar 7-9 kali. “PER di industri sekitar 10-11 kali. Artinya, saham Harum Energy lebih murah,”katanya. Perseroan bersama penjamin emisi akan melakukan roadshow di kota-kota besar di Indonesia.

Untuk investor asing akan ditawarkan di Singapura,Hong Kong,dan London.“ Dengan kondisi market yang sedang bagus, kami berharap investor mengapresiasi saham ini,” kata Iman. Direktur Utama Harum Energy Ray Antonio Gunara mengatakan, perseroan mematok dana IPO USD400 juta. Dana itu akan digunakan untuk membeli 10 unit kapal tunda dan 10 kapal tongkang.Perseroan juga akan melakukan ekspansi bisnis lainnya sekitar USD30 juta dan menyuntikkan USD50 juta kepada anak usaha,PT Santan Batubara.

“Sebagian dana IPO juga akan digunakan untuk melunasi utang kepada DBS sebesar USD80 juta,”ujarnya. Ray memproyeksi, pada 2010 perseroan dapat memproduksi sekitar 7,4 juta ton atau lebih tinggi 27,59% dibandingkan tahun lalu 5,8 juta ton.Produksi tersebut dihasilkan dari tiga anak usaha yaitu PT Mahakam Sumber Jaya,PT Santan Batubara, dan PT Tambang Batubara Harum.

“Tambang ketiganya berlokasi di Kalimantan Timur,” ujarnya. Ke depan, lanjut Ray, pe-nambangan batu bara di ketiga anak usaha tersebut akan di-kembangkan untuk meningkatkan kapasitas produksi. Selain itu, sejumlah fasilitas juga segera dibangun guna melengkapi infrastruktur yang sudah ada.Total investasi yang dibutuhkan untuk seluruh proyek tersebut mencapai USD50 juta.

“Dananya berasal dari IPO,”katanya. Harum Energy juga memiliki satu anak usaha di bidang transportasi laut yakni PT Layar Lintas Jaya. Di sektor tersebut, perseroan berencana menambah armada tugboat( kapal tunda) dan tongkang. Harum Energy melakukan masa penawaran awal (book building) pada 2-15 September 2010. Jika pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) didapat pada 24 September 2010,masa penawaran dilakukan pada 28- 30 September 2010. (whisnu bagus)