VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.00 8875.00
SGD7185.82 7170.82 
AUD9810.20 9506.20 
JPY118.25 113.83 
10-Feb-2012 / 11:40 WIB

 
Pemerintah Optimistis Ekonomi RI Stabil PDF Print
Thursday, 02 September 2010
JAKARTA (SINDO) – Pemerintah optimistis tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2011 tetap terjaga meskipun lembaga internasional memprediksi terjadi perlambatan perekonomian global.

Direktur Perencanaan Makro Bappenas Bambang Prijambodo mengatakan,kekhawatiran terjadi perlambatan perekonomian dalam negeri akibat tekanan ekonomi global dinilai wajar. Namun, dia optimistis target pertumbuhan ekonomi yang dipatok 6,3% pada 201 dapat terealisasi. ”Justru sebenarnya perekonomian Indonesia akan lebih baik dibanding tahun ini. Sekarang kan sudah 6% jadi pada 2011 dengan target 6,3% bisa tercapai,” kata Bambang di Jakarta kemarin.

Dia mengatakan, pengaruh ekonomi global terhadap Indonesia bergantung sisi permintaan.Sejauh ini permintaan dalam negeri yang ditopang konsumsi masyarakat masih tetap tinggi.Hal ini yang akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurutnya, dampak perlambatan ekonomi global akan memengaruhi kinerja ekspor Indonesia. ”Market demand tidak akan sekuat pada semester I/2010 karena ada perlambatan ekonomi dunia.

Persaingan dalam ekspor juga akan sedikit lebih keras,”kata Bambang. Optimistisme serupa juga ditunjukkan ekonom Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan.Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia 2011 diprediksi akan berada pada kisaran 6,5%. ”Tidak ada pengaruh besar dari perlambatan ekonomi global yang diprediksi IMF akan menurun pada level 4,3%,”ujar dia.

Menurutnya, prediksi IMF tersebut menggambarkan kondisi perlambatan bukan penurunan yang tajam.”Pertumbuhan ekonomi global tidak akan drop, hanya perlambatan dari prediksi semua yang 4,6%,”tambahnya. Fauzi mengatakan, pertumbuhan ekonomi dalam negeri tidak terlalu berpengaruh lantaran ditopang sektor infrastruktur.

Pembangunan sarana infrastruktur yang kini digenjot pemerintah secara langsung memberikan andil dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pembangunan infrastruktur akan menghasilkan dampak berganda (multiplier effect) yang besar dalam meningkatkan perekonomian. Meski demikian, lanjut dia, setiap gejolak yang ditimbulkan dari perekonomian global tetap harus diwaspadai.Tidak menutup kemungkinan akan sedikit berdampak pada kondisi perekonomian dalam negeri.

Dalam pemaparannya di hadapan DPR pada Rabu (1/9) malam, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana menyebutkan, proyeksi konsumsi masyarakat pada 2011 berada pada kisaran 5,1%.Sementara konsumsi pemerintah 6,4%, investasi 10%, ekspor barang jasa 8,3%, dan impor 9,3%. ”Konsumsi masyarakat terjaga dengan daya beli masyarakat.

Sedangkan ekspor diversifikasi pasar, peningkatan ekspor, perluasan akses pasar, dan promosi,” kata dia. Sementara kontribusi paling besar pertumbuhan ekonomi dalam negeri berasal dari sektor pengangkutan dan telekomunikasi sebesar 12%,konstruksi 8,7%, perdagangan, hotel, dan restoran 8,3%.

Sementara sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan kehutanan perikanan diproyeksi memberikan kontribusi 3,8%. ”Di sisi produksi,pertumbuhan ekonomi 2011 akan didorong oleh industri pengolahan yang diharapkan tumbuh 4,5%, pertanian diharapkan meningkat 3,5%, dan pengangkutan dan telekomunikasi,” ungkapnya. (wisnoe moerti)