|
||||||||||||||||||
| Bibit: Pemindahan Bandara Tak Realistis |
|
|
| Thursday, 02 September 2010 | |
|
SEMARANG(SINDO) – Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo menilai, wacana
pemindahan Bandara Internasional Ahmad Yani dari Kota Semarang ke
daerah lain merupakan sebuah rencana yang tidak realistis.
Menurut Bibit, untuk membuat sebuah bandara baru dibutuhkan waktu yang panjang. Sebab, salah satu langkah awal yang harus dilakukan adalah mencari lahan dengan luasan ratusan hektar. ”Padahal saat ini,mencari dan melakukan pembebasan lahan seluas itu tidak gampang. Butuh waktu bertahuntahun,” ungkapnya di sela-sela pelantikan pejabat eselon II Pemprov Jawa Tengah di kompleks Kantor Gubernur Jateng kemarin. Stuasi tersebut dapat menjadikan bandara lama terbengkalai dan tak terurus.Sementara untuk pembuatan bandara yang baru juga tidak ada jaminan kepastian kapan selesaianya. ”Jadi mbok yang riil-riil saja, nggakusah maido tok(mencela terus),”sebutnya. Atas dasar itu, Bibit mengemukakan langkah yang paling riil untuk diambil saat ini adalah pengembangan Bandara Ahmad Yani.Apalagi, upaya pembebasan lahan yang dibutuhkan sudah selesai. ”Ojo tuku motor wae ora kuat, wis arep tuku mobil sedan,”ujarnya mengumpamakan. Apalagi, jelas dia, dalam pengembangan bandara itu cukup memindah terminal ke sisi utara, agar keberadaannya representatif dan layak pakai.”Jika representatif,tentunya akan lebih terhormat. Tapi mikir perbaikan ini saja, tidak gampang. Jadi kita coba minta bantuan kepada pemerintah pusat.Apalagi ini tekait fasilitas publik,”katanya. Gubernur menjelaskan, untuk pengembangan bandara itu secara keseluruhan membutuhkan dana sekitar Rp750 miliar.Namun demi mengedepankan kelayakan fasilitas publik, tegas Bibit,masalah biaya yang lebih tinggi dibanding hasil investasi harus dikesampingkan.”Jangan hanya dipikirkan balik modal atau tidak, tapi pelayanan maksimal kepada masyarakat,”tegasnya. Seperti diberitakan,DPRD Jateng terus mendesak pemerintah untuk memindahkan Bandara Internasional Ahmad Yani. Bahkan, sembilan fraksi yang ada di DPRD Jateng telah menandatangani kesepakatan mendesak kepada Gubernur Jateng untuk merealisasikan perpindahan bandara berstatus internasional tersebut. Wakil Ketua Fraksi PPP DPRD Jawa Tengah Istajib mengungkapkan, jika bandara tidak dipindah, maka 25 tahun mendatang Jateng akan jauh tertinggal dibanding provinsi lain. ”Kalau Bandara Ahmad Yani dianggap masih laik untuk jangka waktu 25 tahun ke depan, sama artinya membiarkan Jateng tertinggal jauh dengan provinsi lain,”katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Jawa Tengah Urip Sihabudin mengata- 0kan, saat ini pihaknya juga bersiap melakukan pengembangan bandara Dewandaru di kepulauan Karimunjawa, Jepara.”Kita masih susun master plan dari bandara ini, kita targetkan selesai akhir tahun ini,”tandasnya. (muh slamet/khusnul huda) |