VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.00 8875.00
SGD7185.82 7170.82 
AUD9810.20 9506.20 
JPY118.25 113.83 
10-Feb-2012 / 11:40 WIB

 
Wilmar Siap Bangun Pabrik Gula PDF Print
Thursday, 02 September 2010
JAKARTA(SINDO) – Wilmar International Ltd siap membangun pabrik gula di Merauke,Papua,walaupun untuk merealisasikannya perusahaan yang berbasis di Singapura tersebut harus membangun infrastruktur terlebih dulu.

“Kami tidak ada masalah, asal ada timbal baliknya, misalnya insentif pajak dan lain-lain,”kata Direktur Operasional Wilmar International untuk Wilayah Indonesia Hendri Saksti di Jakarta,kemarin. Saat ini, lanjut Hendri,Wilmar sedang melakukan studi kelayakan lahan yang akan digunakan untuk membangun pabrik dan perkebunan tebu. Studi kelayakan ini dilakukan untuk mengetahui jenis tebu yang cocok di daerah tersebut.

Menurutnya, studi kelayakan dilakukan oleh tenaga ahli dari Australia. Studi kelayakan tersebut, kata Hendri, akan membutuhkan waktu sekitar dua tahun.Menurut dia, pemerintah memberikan lahan di Merauke sebesar 200.000 hektare (ha) kepada Wilmar.“Kalau kurang dari 100.000 ha kurang efisien karena ini akan membangun pabrik gula dan penunjangnya.

Kapasitas kita sesuaikan dengan luas kebun,” ujarnya. Wilmar adalah salah satu calon investor yang berencana mengelola perkebunan tebu dan pembangunan pabrik gula di wilayah Papua.Nilai investasi yang akan ditanamkan Wilmar sekitar USD2 miliar. Selain Wilmar, masih ada sejumlah investor yang mau membangun pabrik di Merauke.

Di antaranya adalah Medco, Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), dan Sinarmas. Hendri menegaskan, Wilmar tetap akan menanamkan modalnya di sektor kelapa sawit di Indonesia meski keadaan infrastruktur tidak memadai.“Kami tidak akan hengkang walaupun infrastruktur tidak memadai. Kapasitas kilang kami sudah menjadi yang terbesar di Indonesia,”ungkapnya.

Hendri menjelaskan,kapasitas kilang minyak sawit mentah yang dimiliki Wilmar adalah sebesar 240.000 ton per hari. Saat ini, kelapa sawit yang dihasilkan dari kebun milik Wilmar sendiri belum besar.“Kebun kami baru ditanami sawit seluas 200.000 ha. Hasilnya belum banyak,”ujarnya. (sandra karina)