|
BANDUNG (SINDO) – Sedikitnya 116 rumah di RW 08, 09, 10, Desa
Pangauban,Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung,disapu angin puting
beliung,sekitar pukul 15.30 WIB kemarin.
Genting rumah beterbangan bahkan merobohkan beberapa dinding rumah warga akibat angin yang disertai hujan deras itu. Tidak ada korban jiwa dalam bencana ini. Gelar Ginanjar, warga Kampung Cedok RT 01/10, mengungkapkan, sebelum kejadian angin puting beliung terjadi hujan sangat deras sekitar lima menit.Kemudian, angin kencang disertai suara gemuruh langsung meluluhlantakkan dan menyapu genting bangunan warga. “Bahkan adik saya, Agum, 14, saat kejadian sedang menaiki motor dan motornya pun terbawa angin.
Dia memegang tiang listrik agar tidak tersapu angin,”ungkap Gelar. Dia mengatakan, angin kencang membawa terbang genting, asbes, sampah, dan kayu. Bahkan, saking hebatnya angin itu berputar hingga merobohkan dinding pabrik berukuran 3x30 meter milik PT Indah Jaya Adi Pratama di daerah permukiman warga. Warga lainnya,Agus,40,mengaku saat kejadian dia dan keluarga langsung berhamburan keluar dengan membaca takbir. “Angin kencang begitu hebatnya hingga menyebabkan genting dan dinding sebagian rumah warga beterbangan. Kami pun sempat ketakutan karena serasa ada gempa akibat angin seperti menggoyangkan rumah, apalagi kejadiannya berlangsung sekitar 15 menit,”kata dia.
Sementara itu,dua rumah milik Herman, 45, dan Lukman, 52, di Kampung Tipar RT 04/09, Desa Pangauban, terancam hancur karena dinding pabrik milik PT Indah Jaya Abadi hampir menimpa rumahnya. Namun,menurut Lukman,dinding yang baru setengahnya roboh itu dikhawatirkan bisa menimpa rumahnya. “Jadinya, pihak pabrik secepatnya harus merobohkan dinding tersebut sebelum menimbulkan korban jiwa,”kata dia. Hujan deras di wilayah Kecamatan Katapang baru berhenti sekitar pukul 16.00 WIB. Begitu hujan reda, warga berhamburan keluar rumah dan melihat sejumlah kerusakan.
Camat Katapang Nina Setiana mengatakan,ada dua RW yang terkena dampak angin puting beliung,yaitu di RW 08 dan 09. Pihaknya masih terus mengumpulkan data terkait berapa jumlah pasti kerusakan, termasuk jika ada korban jiwa atau lukaluka. (iwa ahmad sugriwa)
|