|
||||||||||||||||||
| Jangan Update Status Facebook |
|
|
| Thursday, 02 September 2010 | |
|
BANDUNG (SINDO) – Hati-hati bila meng-update status di jejaring sosial,
terutama menjelang mudik kali ini, karena banyak pelaku kejahatan yang
sudah mulai memanfaatkan jejaring sosial untuk memuluskan
aksinya.Bahkan,Mabes Polri pun mengimbau para pemudik tidak meng-update
sembarangan yang bisa menjadi peluang para pelaku.
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Jaya Subrianto mengatakan, antisipasi tersebut harus dilakukan sejak dini untuk menangkal segala kemungkinan yang terjadi, terutama saat waktu mudik. “Mereka punya tugas masingmasing. Ada yang mencari calon korbannya via jejaring sosial, dan ada yang bertugas di lapangan,” ujar Jaya seusai gelar Operasi Ketupat Lodaya 2010 di Lapangan Gasibu,Kota Bandung,kemarin. Ketika melihat status-status seperti di atas,pelaku lalu mencari identitas korban seperti nomor telepon dan alamat korban.“Di akun profil,biasanya dicantumkan datadata pribadi seperti alamat atau nomor telepon. Jika tidak ada alamat, bisa saja pelaku mencarinya dengan menghubungi nomor telepon atau berpura-pura menjadi teman.” ”Banyak cara pelaku untuk memperoleh alamat tersebut,” ujar Jaya didampingi Kasubbag Humas Polrestabes Bandung Kompol Endang Sri Wahyu Utami. Untuk itu, Jaya mengimbau kepada warga yang hendak mudik dan meninggalkan rumah untuk tidak membuat status yang ”anehaneh” di akun jejaring sosialnya. “Maksudnya, ya jangan membuat status yang bisa memancing dan memberi peluang bagi pelaku kejahatan untuk melakukan aksi. Selain itu, sebaiknya profil Anda dikunci dan hanya memperbolehkan teman-teman dekat saja yang bisa mengaksesnya. Jangan sampai status itu malah merugikan Anda sendiri,”ujarnya. Jaya juga mengimbau jika akan meninggalkan rumah untuk waktu yang lama, sebaiknya hubungi tetangga terdekat.“Lapor ke satpam kompleks atau lapor ke ketua RT setempat dan tetangga. Jadi mereka akan ngeuh(tahu) jika ada orang tidak dikenal masuk ke rumah Anda. Bisa juga ke polsek setempat,” jelasnya.Polrestabes Bandung beserta polsekta di jajarannya akan terus melakukan patroli secara berkala ke sejumlah perumahan yang kemungkinan banyak ditinggalkan pemiliknya saat Lebaran. “Hal lainnya yang perlu diperhatikan ialah memeriksa kelistrikan dan kompor. Sebaiknya cabut selang kompor gas dan cabut juga peralatan elektronik yang tidak akan digunakan seperti dispenser, televisi, komputer, dan lainnya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,”tandas Jaya. Sementara itu, pengamanan Lebaran di Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) akan melibatkan penembak jitu (sniper). Para sniper ini akan ditempatkan di sejumlah titik strategis yang masuk wilayah hukum Polresta Cimahi. Kepala Polresta Cimahi AKBP Rusdi Hartono mengatakan, ditugaskannya para sniper ini mengingat maraknya kasus kriminal. Para sniper akan ditempatkan di lokasi-lokasi yang dicurigai rawan terhadap tindak kriminalitas dalam Operasi Ketupat Lebaran 2010 mulai 3–18 September 2010. “Melihat situasi banyaknya kasus kriminal belakangan ini, di titik-titik rawan kami turunkan anggota tersembunyi yang dibekali kemampuan khusus seperti para sniper ini,”ujar dia. (yugi prasetyo/radi saputro) |