MAJALENGKA(SINDO) – Polres Majalengka menyiagakan 416 personel untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran 2010.
Sementara itu, sebanyak 89.521 personel disebar di seluruh wilayah Indonesia mengisi pospos pengamanan mudik. Kapolres Majalengka AKBP Sony Sonjaya mengatakan,semua persiapan pengamanan Lebaran dan pengaturan lalu lintas di Majalengka telah direncanakan matang. “Kami sudah siapkan pengaturan arus lalu lintas dan pengamanan Lebaran. Selain kepolisian, pengamanan dan pengaturan lalu lintas dibantu TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, pramuka, PMI, Dinas Kesehatan, rumah sakit,dan instansi lain.
Dia mengimbau para pedagang di sekitar pasar tumpah tidak menggunakan badan jalan untuk kegiatan usaha. Kendaraan arus mudik akan mengalami kenaikan sekitar 12% dan menimbulkan kemacetan. Titik kemacetan di lokasi pasar tumpah di antaranya Pasar Ciborelang, Kecamatan Jatiwangi; dan Pasar Sandang Parapatan, Kecamatan Sumberjaya. “Untuk mengantisipasi kemacetan saat pasar tumpah,kami menerapkan sistem buka tutup.Bila dimungkinkan akan dijadikan satu arah.Selain itu,kami meminta warga Majalengka menjaga keamanan dan ketertiban,”ujar Sony saat gelar pasukan di alun-alun Kabupaten Majalengka kemarin.
Bupati Majalengka Sutrisno berjanji memberikan satu perangkat alat kesehatan, yakni kotak P3K di setiap mobil patroli polisi. “Obat-obatannya diberikan gratis dari Dinas Kesehatan Majalengka,” katanya. Tim Operasi Ketupat Lodaya 2010 Kabupaten Kuningan juga siap mengamankan arus mudik dan balik. Diperkirakan, jumlah pemudik tahun ini meningkat hingga 16,3 juta jiwa.Namun, peningkatan pemudik dinilai tidak seimbang dengan kapasitas jalan. Sebagai langkah awal pelaksanaan operasi, kemarin, dilangsungkan gelar pasukan Operasi Ketupat Lodaya di lapangan Pandapa Paramartha,Kabupaten Kuningan.
Selain jajaran polres, tim terdiri atas TNI, Dinas Perhubungan (Dishub), damkar, satpam, dan pramuka. Bertindak sebagai inspektur upacara,Wakil Bupati Kuningan Momon Rochmana membacakan amanat Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri. “Berkaca dari pengalaman tahun- tahun sebelumnya, peningkatan volume kendaraan tidak seimbang dengan kapasitas jalan. Hal ini diakibatkan penyempitan jalan,aktivitas pasar tumpah,dan kurang disiplinnya para pengguna jalan,”papar Momon. (taofik hidayat/erika lia)
|