|
||||||||||||||||||
| Antam Cari Mitra Baru PLTU |
|
|
| Thursday, 02 September 2010 | |
|
JAKARTA(SINDO) – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) masih mencari mitra untuk
pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 2x75
megawatt (MW) di Pomala,Sulawesi Tenggara senilai USD300 juta.
Pembicaraan dengan dua mitra sebelumnya tidak mencapai kesepakatan.“ Untuk sementara kami menggunakan PLTD yang ada sambil tetap mencari partner yang sesuai,” ujar Direktur Antam Alwinsyah Loebis di Jakarta kemarin. Dua mitra yang telah mengadakan pembicaraan adalah PT Nava Bharat dan PT Indika Energy Tbk. Indika,menurutAlwinsyah,memutuskan mundur karena merasa pengerjaan PLTU bukan bidang usahanya. Sementara pembicaraan dengan Nava Bharat tidak mencapai titik temu. “Kami sudah negosiasi dengan Nava Bharat. Namun, mereka menawarkan harga jual listrik sangat mahal. Kelihatannya berat untuk meneruskannya,” katanya. Menurut dia, harga yang ditetapkan perusahaan asal India itu sebesar 14 sen per kilowatt hours (KwH),hampir sama dengan biaya listrik yang sekarang dipergunakan Antam. Padahal, listrik yang saat ini digunakan Antam menggunakan bahan bakar minyak (BBM).“PLTU itu pakai batu bara, semestinya kan lebih murah,” lontar Alwinsyah. Selain mencari mitra baru untuk PLTU, Antam juga tengah menjajaki pendanaan perbankan untuk membiayai proyek chemical grade alumina (CGA). Saat ini perseroan tengah melakukan pembicaraan dengan beberapa bank asal Jepang. Namun, prioritas utama adalah Japan Bank for International Cooperation (JBIC).“Itu karena kami sudah menjalin kerja sama sebelumnya,”ujar Direktur Keuangan Antam Djaja M Tambunan. Proyek CGA dimiliki anak usaha Antam,yaitu PT Indonesia Chemical Alumina (PT ICA), yang merupakan perusahaan patungan dengan Denko KK (SDK) dari Jepang. Antam memiliki 80% saham PT ICA,sementara sisa 20% saham dimiliki oleh SDK. Total proyek tersebut adalah USD450 juta,dengan porsi ANTM sebesar 80%, biaya yang harus dikeluarkan perseroan sebesar USD360 juta. Proyek CGA Tayan akan memproduksi 300.000 ton CGA per tahun.Sebesar 200.000 ton akan digunakan SDK sebagai pengganti dari pabrik miliknya di Yokohama. Sementara 100.000 ton CGA akan dijual di pasar Indonesia. Analis Samuel Sekuritas Christine Salim menilai,tahun ini kinerja Antam masih akan tertekan seiring belum stabilnya harga ko-moditas. Namun dengan ekspektasi harga feronikel sebesar USD10 per lb (perpounds) dan emas USD1.000 per ton, kinerja Antam akan lebih baik dibanding tahun lalu.Itu juga ditunjang dengan langkah perseroan kembali fokus ke feronikel. “Tahun ini ANTM diperdagangkan pada PER (price earning ratio) 19,2 hingga 13,1 kali sehingga target price untuk ANTM adalah Rp2.450,”ujarnya. (juni triyanto) |