|
||||||||||||||||||
| Obligasi Pelindo Terbit Akhir Tahun Ini |
|
|
| Thursday, 02 September 2010 | |
|
JAKARTA (SINDO) — PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II optimistis
rencana penerbitan senilai Rp2 triliun bisa direalisasikan sebelum
akhir tahun ini.
Perseroan masih menunggu keputusan dari menteri keuangan.“Kami optimistis sebelum akhir tahun ini sudah bisa terbit,” kata Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II RJ Lino di Jakarta,Rabu (1/9) malam. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sudah memberi restu kepada Pelindo II untuk segera menerbitkan obligasi untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur perseroan. Sekretaris Kementerian BUMN M Said Didu menuturkan, pemegang saham perusahaan pelat merah tersebut mendukung BUMN yang sahamnya belum tercatat di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menerbitkan obligasi. “Harapan kami, ada lebih banyak BUMN menerbitkan obligasi,” ujar dia. Menurut Lino, dana hasil obligasi akan digunakan perseroan untuk membiayai penambahan alat berat (crane) sekitar 50 unit di sejumlah pelabuhan miliknya seperti di Tanjung Priok, Palembang, Pontianak, Pangkal Pinang, dan Teluk Bayur. Penambahan crane tersebut diyakini meningkatkan tiga kali lipat produktivitas bongkar muat di sejumlah pelabuhan Pelindo II. Sebagian besar dana untuk pembelian craneberasal dari internal perseroan.Untuk investasi alat berat tersebut,perseroan mengalokasikan dana senilai Rp3,4 triliun hingga 2011.“Sekarang posisi kas kita Rp1,6 triliun.Karena itu,sebagian besar dananya dari internal dan sebagian dari obligasi yang saat ini masih proses,”tutur Lino. Pembelian sejumlah crane tersebut diperkirakan bisa terealisasi pada akhir paruh pertama tahun depan.Kontrak pembelian sejumlah crane sudah dilakukan perseroan saat ini. Selain menambah crane,Pelindo II juga berencana membangun pelabuhan baru di Karawang. Pembangunan pelabuhan tersebut untuk mengurangi kepadatan di Pelabuhan Tanjung Priok dalam tempo 15 tahun ke depan. “Saat ini masih dalam seleksi pencarian lokasi. Kami harapkan pelabuhan di Karawang bisa beroperasi pada 2025,”kata Lino. Lahan yang dibutuhkan seluas 10.000 hektare (ha), yang diharapkan lokasinya sudah ditentukan akhir tahun ini.Selanjutnya proses pembebasan lahan dan desain teknik bisa dilakukan mulai awal 2011. Alasan pembangunan pelabuhan baru di Karawang lantaran sebesar 75% industri berpusat di kota tersebut. (j erna) |