|
||||||||||||||||||
| Polisi Temukan Racun Tikus di Bekas Makanan |
|
|
| Thursday, 02 September 2010 | |
|
MAKASSAR(SINDO) – Makanan yang menewaskan delapan warga Dusun
Salapuru,Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan
(Sulsel) pada Selasa (31/8),mengandung racun arsenik. Berdasarkan hasil uji laboratorium Kedokteran Polda Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) kemarin, terungkap makanan tersebut mengandung racun arsenik yang melebihi 1,7 miligram. Jumlah itu dapat mematikan, jika dikonsumsi manusia. Kapolda Sulselbar Irjen Pol Johny Waenal Usman, mengatakan polisi menemukan racun rumput di dalam rumah korban.
“Memang waktu ditemukan di rumahnya ada racun pembunuh rumput. Mungkin karena kebiasaan tinggal di desa, menaruh sembarangan benda-benda tersebut, maklum tidak ada laci. Nah, pada saat ingin membuat kue secara tak sengaja ikut tercampur,”ujar Johny kepada wartawan usai acara gelar pasukan Operasi Ketupat di lapangan Karebosi, Makassar,kemarin. Menurut dia, pihaknya masih terus menyelidiki kasus yang menewaskan delapan orang yang masih sekeluarga itu.Apakah terdapat unsur kesengajaan atau hanya kelalaian dari si pembuat kue itu. Selain menewaskan delapan orang, tujuh korban lainnya masih di rawat intensif di rumah sakit dr Wahidin Sudirohusodo Makassar. Polisi sudah memintai keterangan mengenai kejadian tersebut. Di tempat terpisah Mauludin, Ketua Tim Food Security Kedokteran Polisi Polda Sulselbar menyatakan terdapat kandungan racun arsenik dalam kue dadar tersebut. Racun arsenik biasanya tercampur dalam racun tikus, racun babi, dan pembasmi rumput hama tanaman. “Di dalam kue dadar itu terdapat kandungan arsenik yang tinggi,yakni melebihi 1,7 miligram,”ungkapnya. Menurut Mauludin, dosis tersebut dapat membahayakan jiwa manusia yang mengonsumsinya. Arsenik adalah zat beracun yang biasanya dipakai untuk pembersihan gulma dan hewan pengganggu di tanaman pertanian.“Bahasa yang biasa dipakai masyarakat saat ini adalah racun tikus,”ujarnya. Lokasi TKP, lanjut Mualidin, merupakan daerah pertanian dan bahan arsen sangat mudah didapatkan. Mauludin mengaku belum dapat menentukan apakah arsen tersebut sengaja dicampurkan dalam kue dadar atau tidak. Namun, menurut dia, bisa saja racun itu tercampur karena kecerobohan. Pasalnya, warga biasa meletakkan arsenik di tempat sembarangan. Diberitakan sebelumnya, sebanyak delapan warga Dusun Salopuru, Desa Patappa,Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Selasa (31/8, meninggal dunia akibat keracunan makanan dalam acara buka puasa bersama yang digelar oleh salah seorang warga, Juhreni. Sembilan warga Pujananting lainnya masih kritis dan dirawat di RSUD Lapatau Kabupaten Barru. Delapan korban tewas tersebut adalah Hasni, Samsidar, La Pasau, Mami, Sami, Raihan, Juheni dan Iwaleng. Dari delapan korban naas tersebut, lima korban di antaranya meninggal di lokasi kejadian,yakni di rumah Juhreni, 50, sang pemilik hajatan yang merangkaikan buka puasa bersama tersebut dengan prosesi lamaran anaknya.Sedangkan dua warga lainnya meninggal di rumah sakit dan seorang lagi meninggal di Puskesmas Pujananting. (wahyudi) |