VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.00 8875.00
SGD7185.82 7170.82 
AUD9810.20 9506.20 
JPY118.25 113.83 
10-Feb-2012 / 11:40 WIB

 
Rekind Andalkan Diferensiasi Perusahaan PDF Print
Thursday, 02 September 2010

DENGAN ragam dinamika dan pencapaian yang telah dilalui,PT Rekayasa Industri (Rekind) berhasil melakukan adaptasi terhadap perubahan dan tuntutan yang ada.

Gerak cepat, tanggap, serta melakukan respons yang terbaik, telah memosisikan Rekind sebagai perusahaan yang memiliki diferensiasi value yang signifikan dalam lingkup regional. Melalui kerja keras yang dilakukan, di usianya yang ke-29 pada 2010 ini, Rekind telah menyelesaikan pembangunan proyek-proyek, baik di dalam maupun di luar negeri.“ Sebagai salah satu contoh,tahun ini Rekind baru saja menyelesaikan proyek di luar negeri, yaitu Proyek Brunei Methanol.

Pabrik yang dimiliki oleh Brunei Methanol Company Sdn Bhd tersebut menghasilkan metanol cair,” ujar Project Manager Rekind Gito Waluyo dalam keterangan tertulisnya kemarin. Saat ini Rekind tengah membangun beberapa proyek seperti pembangunan PLTP Ulubelu milik PT PLN (Persero) dan pembangunan power plantSemenTonasa.Pembangunan fasilitas Semen Tonasa ini nantinya akan memosisikan kembali Rekind sebagai pemain utama dalam pembangunan infrastruktur semen di Tanah Air.

Selain itu, Rekind juga sedang melaksanakan pembangunan proyek Ammonium Nitrate Prill Plant yang dimiliki oleh PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI) yang sahamnya dimiliki oleh perusahaan Australia yaitu Orica Ltd.Melalui proyek ini, semoga nantinya akan membuka pintu bagi Rekind di pasar EPC Australia. Rekind kini tengah mengembangkan Ammonium Nitrate Prill Plant (ANP). Dalam pelaksanaan pembangunan ANP Plant, Rekind dituntut menggunakan standardisasi Medical Treatment Injury (MTI). MTI merupakan standar safety yang digunakan di dunia yang sangat menekankan safety sebagai prioritas utama.

Terkait dengan kepentingan Safety dalam setiap pelaksanaan proyek, Rekind telah besertifikasi OHSAS (Occupational Health and Safety Assessment Series) yang telah diperoleh sejak 2007 dari Lloyd’s Register Quality Assurance Limited. Dengan sertifikat ini Rekind telah memenuhi standar safety internasional dalam setiap pelaksanaan proyeknya. Penyelesaian pembangunan ANP Plant dengan kapasitas produksi 300.000 ton/tahun nantinya, akan menjadikan Indonesia sebagai produsen ANP terbesar di dunia.

Keberhasilan dan kualitas pelaksanaan ANP Plant yang baik, memberikan dampak positif bagi pengembangan bisnis Rekind dan membawa keuntungan terhadap partner-partner lokal.(anton c)