|
BAYI prematur memang memiliki kerentanan terhadap lingkungan luar rahim. Namun para ibu yang memiliki bayi lahir belum cukup bulan ini tidak perlu khawatir.
Sebab, ada sejumlah upaya yang dapat dilakukan untuk mengejar ketertinggalan itu. Sebut saja untuk kasus paru-paru yang belum matang, Dr Rinawati Rohsiswatmo menjelaskan, hal ini masih dapat disiasati dengan pemberian obat dan oksigen yang tepat. Adapun ASI perlu diberikan untuk memacu pertumbuhan bayi, termasuk pertumbuhan fisik dan kekebalannya. Terbukti, ASI mampu menyesuaikan kandungan dengan kebutuhan bayi. Akan tetapi, ASI yang tepat untuk bayi prematur ini hanya bertahan empat minggu untuk memacu ketertinggalan pertumbuhan. Setelah 4 minggu, ASI ini akan menjadi ASI untuk bayi cukup bulan. Nah, untuk bayi prematur yang berusia di bawah 30 minggu, tentu tak dapat diberi ASI eksklusif saja hingga di atas 4 minggu. Ketika sudah mencapai 4 minggu usia kelahiran, ASI perlu ditambahkan human milk fortifier(semacam zat tambahan). Penambahan zat ini akan melengkapi kebutuhan bayi prematur yang masih perlu mendapat asupan kalori lebih tinggi, sekitar 24 kalori per 30 cc ASI. Selain ketertinggalan pertumbuhan fisik, Rina juga mengingatkan kemungkinan perkembangan kemampuan anak prematur yang lebih lambat dari anak yang lahir cukup bulan. “Jadi, maklum saja bila bayi prematur usia satu tahun belum bisa berjalan,” ujar dia. Namun, ketinggalan perkembangan ini masih dapat dikejar hingga usia dua tahun. (sri noviarni) |