VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.00 8875.00
SGD7185.82 7170.82 
AUD9810.20 9506.20 
JPY118.25 113.83 
10-Feb-2012 / 11:40 WIB

 
Kailan, si Hijau Menyehatkan PDF Print
Thursday, 02 September 2010

NAMA kailan diambil dari pelafalan bahasa Kanton. Jangan heran, kailan banyak dijumpai di restoran yang menyajikan masakan China.

Masyarakat internasional menyebut sayuran yang masih bersaudara dengan brokoli dan bunga kol ini dengan sebutan Chinese kale. Kailan kaya berbagai vitamin, termasuk vitamin A yang baik untuk kesehatan mata. Sayur berwarna hijau ini juga mengandung isotiosianat, senyawa penangkal kanker. Kailan (Brassica oleracea) adalah sayur berdaun tebal, datar, mengkilap, berwarna hijau menyerupai caisim. Batangnya tebal dengan kepala bunga kecil mirip brokoli.

Kailan memang satu keluarga dengan brokoli, caisim, kembang kol. Di Indonesia, meski merupakan jenis sayuran baru, kailan jadi kegemaran banyak keluarga. Asupan kailan akan memberi pasokan antioksidan betakaroten dan vitamin C untuk melawan penyakit degeneratif. Tubuh akan mengubah betakaroten menjadi vitamin A yang baik untuk penglihatan, kulit yang sehat, dan daya tahan tubuh melawan infeksi.

Cukup 100 gram sajian kailan mampu memenuhi 1/3 asupan vitamin A yang dibutuhkan tubuh. Kandungan karotenoid atau zat pigmennya menjadikan sayuran berdaun hijau ini sebagai makanan yang paling ampuh untuk melawan kanker, selain sumber zat besi yang baik. Makanlah bersama tomat atau makanan kaya vitamin C lainnya untuk mempercepat penyerapan zat besi. Kandungan nutrisi: per 100 gram mengandung 2,3 gram protein, 1,4 mg zat besi, 10.000 IU vitamin A, 140 mg vitamin C.

Kailan merupakan sayuran pegunungan. Tanaman ini tumbuh subur pada suhu 18- 28°C. Saat masih muda, tanaman ini bukan hanya menyukai hujan banyak, juga matahari yang terik. Waktu panennya relatif pendek berkisar 50-70 hari sehingga mudah ditemui di pasaran. Kailan yang dipanen pada pagi hari sebelum matahari terbit, rasanya lebih renyah dan mengandung banyak air. (inggrid)