VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.00 8875.00
SGD7185.82 7170.82 
AUD9810.20 9506.20 
JPY118.25 113.83 
10-Feb-2012 / 11:40 WIB

 
Melibas HujandiThailand PDF Print
Wednesday, 01 September 2010

”WAHAIalangkah kecil arti dunia; Wahai alangkah kerdil arti dunia,Wahai alangkah remeh makna dunia; Wahai alangkah tak berartinya dunia; Yang mengejar akhirat mendapat akhirat dan dunia;Yang mengejar dunia cuma mendapat dunia”.


Sebait puisi Taufiq Ismail itu menjadi teman seperjalanan Seputar Indonesia (SINDO) dalam Ford Fiesta International Media Drive di Phuket,Thailand, Senin (23/8). Suara khas Taufiq begitu menggetarkan kalbu. Sound system Ford Fiesta hatchback1,4 Style AT yang kami kendarai begitu jernih memutar CD album Remembrance of Allah yang SINDObawa dari Jakarta.Suasana kabin yang begitu senyap seolah menghadirkan sastrawan ternama itu duduk di jok belakang.

Kebetulan SINDO mendapat kesempatan menjajal varian Ford Fiesta itu bersama jurnalis Motor Trend,Yusran Hakim.Transmisi Ford Fiesta ini otomatis 4 tingkat percepatan dengan sequential sport shift. Perjalanan selepas waktunya makan siang itu mengambil start di Renaissance Phuket Resort & Spa, Mai Khao,Talang,Phuket,Thailand. Suara Taufiq mengalun jernih pada etape pertama, Rennaissance- Thung Kha View Point berjarak 70 km.

Suara alunan musik tak terganggu hujan deras di luar mobil.Barangkali itulah kelebihan sound system Ford Fiesta berkekuatan 4 speaker dan disuplai MP3, USB,dan CD Player. Pada varian tercanggihnya, Ford menanam teknologi mobil premium yakni voice command atau aktivasi suara. Dengan teknologi yang panelnya pada varian tercanggih menyatu dengan tuas sein, pengemudi dan penumpang bisa berinteraksi dengan kendaraan. Suara penumpang maupun pengemudi bisa mengaktifkan telepon seluler melalui Bluetooth. Kemudian dari layar LCD di tengah dashboard suara perempuan berbahasa Inggris menyapa. Anda akan ditanya mau mengaktifkan radio, CD player, air conditioning, atau phone.

Ketika menyebut phone, fasilitas ini akan menjawab silakan masukkan nomornya. Jika lafal bahasa Inggrisnya kurang bagus, maka yang muncul angka lain. Untuk menghapusnya cukup menyebutkan “correction” hanya angka yang salah dihapus. Jika nomor telepon sudah lengkap, tinggal sebut “dialing”. Sayang, penggunaan voice command seperti yang dijelaskan Andrew Ball, Chief Program Engineer Ford Asia Pasifik dan Afrika (APA), ini tak terpasang pada kendaraan kami.

Kami terus melaju. Pedal gas mulai diinjak agak dalam pada jalur lurus. Cuaca yang kurang bersahabat rupanya menjadi batu ujian iring-iringan 10 unit Ford Fiesta. Hujan deras memayungi sebagian perjalanan pada etape pertama. Alhasil, sepanjang jalur terdapat genangan air, basah,kering, hingga jalanan bergelombang. Jalur basah ini membuat laju kendaraan masih berkisar 80–100 km.Duduk di bangku kemudi terasa nyaman meski di luar hujan turun sangat deras.

Pandangan ke depan sangat lega memudahkan mengontrol laju kendaraan.Banyaknya genangan air yang berada di sisi kanan jalantidakbegituberpengaruhpada kemudi saat diterjang. Memang kemudi sedikit tertahan ke kanan ketika roda ban melibas genangan air setinggi mata kaki.Namun secara keseluruhan, kemudi Ford Fiesta jenis Rack and Pinion dengan Eletric Power-Assist Steering(EPAS) melahapnya tanpa kehilangan kendali. Hujan deras juga memaksa kami menyalakan lampu kabut depan dan belakang. Tombol lampu kabut ini berada pada dashboard di bawah kemudi bagian kanan.Tinggal diputar ke kanan maka lampu kabut menyala. Pengaturan spion bisa dilakukan dari pengendali di samping pintu. Tuasuntukmengaturlampusein juga berbeda dengan mobil-mobil di Indonesia.


Tuas sein ini berada di bawah lingkar kemudi sebelah kiri. Sedangkan tuas pembersih kaca berada di sebelah kanan.”Karena berbasis Eropa,Ford menggunakan tuas sein di kiri menyesuaikan lajur jalan,”tutur Yusran.

Seolah Hidup meski Diam Thung Kha View Point memang layak sebagai tempat istirahat. Tempat ini mirip Puncak di Bogor, Jawa Barat, atau Payung di Kota Batu, Jawa Timur. Bedanya bila di Puncak bernuansa kebun teh, di Thung Kha View Point pandangan yang terhampar adalah kebun kelapa sawit. Sepuluh unit mobil Ford lantas diparkir berjajar.

Benar apa yang dikatakan Cristopher Svensson, Director of Design Ford APA sebelum berangkat menuju Thung Kha. Ford Fiesta didesain seperti hidup dalam posisi diam. Meski sedang diparkir,tarikan garis yang nyata di sisi samping dan bagian depan bodi menyiratkan Fiesta seperti sedang berjalan. Inilah yang terlihat selama kami berhenti sejenak di Thung Kha View Point. Di sini kami bertukar tempat. SINDO menikmati duduk di bangku penumpang, sedangkan Yusran menjadi pengemudi pada etape Thung Kha-Haadson Resort berjarak 65 km. Rasanya nyaman sekali sebagai penumpang. Mata rileks karena tidak berkonsentrasi mengemudi. Kaki juga bisa selonjor dengan lepas.

Belum beberapa menit duduk santai,Yusran menggunakan mode transmisi D yang di-setting manual (sequential sport shift).Pada saat gigi rendah,pada layar di bawah kemudi akan menunjuk angka 1 hingga 4. Angka ini menunjukkan gigi rendah maupun gigi putaran tinggi.Alhasil, tarikannya lebih terasa. Dua kali pula Yusran zig-zag,dan tercatat tiga kali menikung tajam dengan kecepatan sekitar 80 km/jam.


Ford Fiesta Sedan 1,6 Sport Powershift Setiba di Haadson Resort sekitar pukul 15.00 waktu setempat, rombongan beristirahat menikmati kopi selama 30 menit. Rombongan kemudian dipecah lagi hingga akhirnya SINDO mendapat kesempatan duduk sebagai penumpang Fiesta Sedan 1,6 Sport Powershift, varian tertinggi di kelasnya. Model ini akan dipasarkan PT Ford Motor Indonesia (FMI) mulai April 2011. Duduk di belakang kemudi seorang jurnalis majalah Cosmopolitan, Irfina Indriyani. Sambil mengemudi, jurnalis yang biasa disapa Fina ini mengaku lebih sreg pada Ford Fiesta hatchback.

 “Tapi saya harus mencoba Mazda2 Sedan atau Toyota Yaris untuk bisa membandingkan dengan Fiesta Sedan ini.Selama ini saya biasanya memegang Toyota Vios,”ujar Fina. Menurut dia, daya cengkeram Ford Fiesta Sedan lebih enak dibandingkan mobil miliknya. ”Rasanya lebih ringan dan daya cengkeramnya terasa,” tutur dia. Keasyikan berbincang membuat mobil kami terpisah dari rombongan utama yang menuju Lampee Waterfall. Sempat khawatir tersesat karena berada di negeri orang, kami tertolong panduan jalur dari satelit yang terpasang di atas dashboard.

Desain interior hatchback dan sedan juga tidak berbeda.Ruang di antara jok pengemudi dan penumpang dirancang modern yang bisa meletakkan beberapa botol minuman,uang logam,dan seluler. Jika model hatchback memiliki panjang 3.950 mm, maka yang model sedan memiliki panjang 4.291 mm.Tenaga Fiesta Sedan bertransmisi powershift, otomatis 6-percepatan ini memang lumayan.


Kepanikan karena tertinggal dari rombongan sedikit terobati. Fina mampu menggeber mobil hingga kecepatan 120 km/jam.Untung juga jalanan di Phuket lebar dan mulus dan sepeda motor hanya diberi ruang sekitar 1 meter di bagian kiri.Jadi,perjalanan menyusul rombongan akhirnya sukses hanya beberapa ratus meter dari Lampee Waterfall.(edi purwanto)