|
||||||||||||||||||
| TECHNO Televisi OLED Bebani Pertumbuhan |
|
|
| Wednesday, 01 September 2010 | |
|
PADA saat ini terdapat lima teknologi display yang populer digunakan pada televisi, yaitu LCD (liquid crystal display), PDP (plasma display panel),OLED (organic lightemitting diode), CRT (cathode-ray tube), dan RPTV (rear projection television). Di antara kelima teknologi display tersebut, teknologi display yang paling dihindari konsumen televisi di dunia ternyata OLED.Terbukti, firma riset DisplaySearch Ltd menemukan, televisi OLED meraih pertumbuhan volume penjualan global terendah dibandingkan para pesaingnya pada kuartal kedua (April-Juni) 2010. DisplaySearch mencatat, volume penjualan televisi global pada kuartal kedua 2010 meningkat 26% per tahun. Kontras dengan pertumbuhan rata-rata pasar, volume penjualan global televisi OLED ternyata turun 36% per tahun. Jika volume penjualan global televisi OLED tidak turun sebesar itu, maka volume penjualan televisi global secara umum diperkirakan bisa meningkat lebih tinggi lagi. Di dunia, produsen utama televisi OLED adalah Sony Corp.Tetapi sebagai produsen televisi terbesar ketiga di dunia,Sony rupanya kesulitan menjual televisi OLED. Bahkan, pada Februari 2010 Sony telah menghentikan penjualan televisi OLED di kampung halaman Sony,yaitu Jepang. Tindakan tersebut ditempuh karena televisi OLED ternyata tidak laku.Konsumen enggan membeli televisi OLED harga televisi OLED sangat jauh lebih mahal dibandingkan televisi flat panel lain,yang menggunakan teknologi display LCD dan PDP. Kendati menghentikan penjualan televisi OLED-nya di Jepang, Sony masih berupaya menjual produk itu di luar Jepang.Antara lain di Amerika Utara, Eropa Barat, dan Asia Pasifik.Namun demikian, harapan hidup televisi OLED Sony di luar Jepang dinilai tetap tipis. Alasannya, Jepang adalah satu pasar elektronik konsumsi terbesar di dunia, di samping Amerika Utara danh Eropa Barat.Lebih dari itu, konsumen di Jepang pun terkenal sangat royal membelanjakan uang untuk produk-produk elektronik berteknologi tinggi. Karena itu, jika konsumen di Jepang saja enggan membeli televisi OLED Sony, yang merupakan perusahaan Jepang, maka konsumen di luar Jepang diperkirakan semakin enggan membeli produk tersebut, karena televisi OLED Sony tidak mampu menyuguhkan manfaat yang sama besar dengan harganya. Ketika merilis televisi OLED pertamanya pada 1 Oktober 2007, Sony menghebohkan dunia karena produk yang dirilis Sony itu adalah televisi OLED pertama di dunia. Diketahui, televisi itu memiliki layar berukuran 11 inci. Dibandingkan layar televisi flat panel yang lain,layar televisi OLED Sony itu memang terbilang kecil. Namun demikian, televisi OLED Sony tersebut mempesona karena berketebalan hanya 3 mm. Lebih dari itu, televisi OLED tersebut juga 40% lebih hemat energi daripada televisi LCD yang sekelas. Dari sisi kemampuan menampilkan gambar, televisi OLED pun lebih unggul daripada LCD dan PDP karena televisi OLED mampu menayangkan gambar bergerak yang lebih terang,cerah dan tajam. Hingga saat ini, kemampuan itu tidak tertandingi oleh LCD atau pun PDP. (ahmad fauzi) |