VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.00 8875.00
SGD7185.82 7170.82 
AUD9810.20 9506.20 
JPY118.25 113.83 
10-Feb-2012 / 11:40 WIB

 
MudahnyaAksiSosial diSosial Media PDF Print
Monday, 30 August 2010

ADA fenomena menarik menyusul pertumbuhan pengguna Twitter di Indonesia yang disebut tertinggi di dunia.Ternyata, sosial media seperti ini menjadi media efektif bagi LSM/mereka yang aktif di bidang sosial untuk cepat menjalin tanggapan.

Indonesia menduduki peringkat pertama di dunia dalam hal penetrasi pengguna Twitter.Hasil riset terbaru comScore mengungkap, penetrasi pengguna Twitter di Indonesia mencapai 20,8%. Angka tersebut jauh di atas rata-rata penetrasi pengguna Twitter di negara lain yang hanya 7,4% dari seluruh pengguna internet. Riset ini ”hanya” berdasarkan pengguna yang mengakses Twitter melalui koneksi internet di rumah dan kantor.Jadi,bisa dibayangkan jika dihitung dengan pengguna yang mengakses melalui ponsel dan warnet, jumlahnya diperkirakan akan jauh lebih besar. Berapa jumlah pastinya? Tidak ada yang tahu.

Jika semua aspek dihitung, diperkirakan mencapai lebih dari 5 juta orang. Hal ini ditanggapi positif oleh para LSM dan mereka yang bergerak di bidang sosial.Banyak dari mereka yang mulai menggunakan jejaring sosial untuk menyebarkan informasi terkait berbagai kegiatan yang dilakukan. Rujak.org adalah salah satunya. LSM yang bergerak untuk mengampanyekan Jakarta menjadi kota metropolis yang lebih baik ini mengakui bahwa websitedan sosial media membantu mereka lebih dikenal oleh masyarakat.

Director Rujak Center Marco Kusumawijaya mengungkap bahwa dengan berpromosi melalui sosial media, minat masyarakat mengikuti berbagai kegiatan yang dia gelar sangat tinggi. Founder Politikana.com Enda Nasution mengungkap bahwa blog maupun sosial media lainnya merupakan alternatif bagi masyarakat yang ingin bersuara dalam memberikan perubahan lebih baik di Indonesia. Dari blog dan sosial media yang dikelolanya, event-event yang dihelat dihadiri oleh banyak orang. Sebagai contoh, Enda pernah mengadakan gathering industri kreatif yang hanya dipublikasikan melalui Facebook dan Twitter, ternyata pengunjung kegiatan itu pun relatif banyak. Terlahir sebagai gerakan yang ingin mengangkat suara pemudapemudi bangsa, Indonesian Youth Conference (IYC) mendapatkan dampak positif dengan keberadaan Twitter dan sosial media lainnya.

”Dengan cara seperti ini,informasi yang kita berikan bisa cepat dan langsung ke sasaran, yakni para followers kita,” ujar Program Director IYC Alanda Kariza. Event terakhir IYC, yaitu festival IYC di bulan Juli 2010 yang diumumkan melalui berbagai media juga mendapatkan perhatian lebih tinggi melalui promosi website dan sosial media yang dimiliki LSM ini.

Kegiatan positif kelompok LSM dan beberapa individu kreatif ini menunjukkan bahwa keberadaan sosial media tak dapat diabaikan. Hal positif yang dicontohkan oleh para kelompok LSM dan individu-individu ini bertujuan mengakomodasi kebutuhan informasi yang beragam dari masyarakat maupun hal-hal bermanfaat yang bisa dilakukan demi perbaikan bangsa ke depan. Penggunaan sosial media sebagai tempat alternatif bagi masyarakat untuk berdiskusi ini diyakini Enda Nasution sebagai potensi besar dalam menghadirkan perubahan sosial baru di Indonesia.

”Melalui sosial media inilah masyarakat akan selalu memiliki perspektif baru dalam memandang dan memecahkan permasalahan hidup,” ujar Enda. Hal ini dikarenakan keberadaan media sosial yang memberi peluang kebebasan ekspresi lebih tinggi bagi masyarakat di Indonesia. Menurut dia, penggunaan media internet dan jejaring sosial yang gampang diakses jelas memberikan perubahan maupun peningkatan gaya hidup masyarakat Indonesia menjadi lebih baik, solutif,dan inspiratif. (rabiah al adawiyah)