VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.00 8875.00
SGD7185.82 7170.82 
AUD9810.20 9506.20 
JPY118.25 113.83 
10-Feb-2012 / 11:40 WIB

 
TV 3D Segera tinggalkan Kacamata PDF Print
Monday, 30 August 2010


TOSHIBA dikabarkan berhasil membangun televisi 3D yang bisa digunakan tanpa kacamata khusus.Sony pun mengaku bisa memproduksi produk yang sama.Namun, televisi 3D bebas kacamata dinilai masih terlalu mahal.

Saat Panasonic Corp, Sony Corp, LG Electronics Inc, dan Samsung Electronics Ltd berlomba merilis televisi tiga dimensi (3D) pada awal 2010,Toshiba Corp memilih diam seribu bahasa. Namun demikian, bukan berarti Toshiba hanya menjadi penonton. Sebab,Toshiba ternyata diamdiam mempersiapkan produk yang berpeluang besar memukul telak para pesaing.Produk tersebut adalah televisi 3D yang bisa digunakan tanpa kacamata khusus, tidak seperti produk-produk pesaing yang mewajibkan pengguna mengenakan kacamata untuk melihat gambar 3D.

Yomiuri Shimbun melaporkan, televisi 3D Toshiba tersebut akan dipasarkan di Jepang sebelum Natal 2010.Yomiuri Shimbunmenambahkan, harga televisi 3D itu akan berkisar beberapa ribu dolar Amerika Serikat (AS) per unit. Berdasarkan laporan Yomiuri Shimbun, televisi Toshiba itu bisa menampilkan gambar stereoskopik 3D tanpa mewajibkan pengguna mengenakan kacamata khusus karena sistem display televisi itu mampu memancarkan berbagai macam cahaya dengan sudut tembak berbeda-beda. Alhasil, pengguna bisa melihat gambar 3D pada layar televisi tersebut dari berbagai sudut. Karena pengguna tidak perlu menggunakan kacamata, maka televisi 3D itu pun dapat ditonton secara lebih nyaman, daripada televisi 3D yang mewajibkan penggunaan kacamata.

Mengendus gebrakan Toshiba, Sony pun melancarkan pukulan balik. Diketahui, Sony adalah musuh bebuyutan Toshiba di pasar elektronik konsumsi, di mana standar DVD definisi tinggi dari Sony,yaitu Blu-ray,mampu mengalahkan standar HD DVD dari Toshiba pada 2008. Melihat Toshiba mampu mengembangkan televisi 3D yang bebas kacamata, Sony pun mengaku bisa membangun televisi 3D bebas kacamata.Namun demikian, Sony menyatakan, televisi 3D bebas kacamata masih terlalu mahal untuk dapat dipasarkan. “Menonton televisi 3D tanpa kacamata memang lebih nyaman.

Namun demikian, kami harus mempertimbangkan faktor harga sebelum menentukan waktu peluncuran produk tersebut,” kilah Senior Vice President Sony Corp Yoshihisa Ishida. kacamata memang menjadi salah satu masalah utama televisi 3D. Firma riset iSuppli Corp menilai, kacamata menjadi salah satu kendala adopsi televisi 3D karena menonton televisi sambil mengenakan kacamata memang sangat tidak nyaman. “Kenyamanan pengguna terganggu oleh kacamata.

Tidak ada orang yang betah berlama-lama mengenakan kacamata. Karena itu, hingga berapa lama konsumen bersedia mengenakan kacamata khusus untuk menonton tayangan televisi 3D?”ujar Principal Analyst Television Systems iSuppli Corp Riddhi Patel. Pada televisi 3D tradisional, seperti produk-produk yang sudah tersedia di pasar, pengguna memang harus mengenakan kacamata untuk menikmati efek stereoskopik 3D.Sebagai salah satu produsen televisi 3D,Panasonic menjelaskan bahwa televisi 3D memang bekerja dengan proses sangat rumit. Pada dasarnya, televisi 3D bekerja dengan secara sengaja membuat disparitas visual.Pada televisi 3D Panasonic,gambar-gambar berbeda untuk mata kiri dan kanan direkam dengan kualitas Full HD (Full High-Definition) yang memiliki resolusi 1.920 x 1.080 pixel. Gambar untuk mata kiri dan kanan tersebut kemudian ditampilkan secara berselingan dengan kecepatan 60 fps (frame per detik).

Bagi pengguna, gambar-gambar berbeda itu tampak sebagai gambar yang utuh karena otak manusia menangkap gambar itu sebagai satu rangkaian gambar yang memiliki kecepatan 120 fps. Sementara itu, fungsi kacamata 3D adalah menerima sinyal dari transmiter yang terpasang pada layar televisi 3D. Sinyal dari televisi 3D itu menggelap-terangkan lensa kiri dan kanan pada kacamata 3D secara bergantian selaras dengan tampilan gambar pada layar televisi 3D. Pergantian hidup-mati (teranggelap) lensa itu terjadi dalam kecepatan sangat tinggi sehingga tidak tampak oleh mata manusia.

Dalam proses itu, otak manusia menangkap persepsi gambar yang dalam (3D) sehingga tercipta citra tiga dimensi yang dalam dan utuh. Akan tetapi,penggunaan kacamata 3D, untuk menonton televisi 3D,ternyata memicu efek samping. Penelitian dari University of California, AS,menemukan penggunaan televisi 3D bisa memicu kelelahan mata, ketegangan mata, dan sakit kepala. Namun begitu,firma riset Strategy Analytics Inc menilai, penelitian dari University of California tersebut merupakan penelitian awal.

“Karena itu diperlukan penelitian- penelitian lanjutan untuk membuktikan apakah televisi 3D benar-benar mengganggu kesehatan,” tandas Vice President Digital Consumer Practice Strategy Analytics Inc David Mercer. Tetapi iSuppli Corp menegaskan, para produsen televisi 3D sesungguhnya mengetahui bahwa penggunaan televisi 3D dapat mengganggu kesehatan. Namun begitu, iSuppli menemukan, tidak semua produsen televisi 3D jujur mengakui kepada konsumen bahwa produk mereka dapat mengganggu kesehatan. (ahmad fauzi)