VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.00 8875.00
SGD7185.82 7170.82 
AUD9810.20 9506.20 
JPY118.25 113.83 
10-Feb-2012 / 11:40 WIB

 
Kala Musisi Suarakan Lingkungan PDF Print
Monday, 30 August 2010

CINTA bumi,cintai negerimu.Slogan untuk memelihara lingkungan mulai banyak dikampanyekan berbagai pihak.Tak terkecuali para musisi Indonesia.Bagaimana mereka menyuarakannya? Tidak bisa dipungkiri bahwa Indonesia merupakan negeri terkaya di dunia.

Kekayaan alam yang melimpah ruah dengan beragam isinya, tidak ada tandingannya di dunia. Tetapi, kita juga tahu lingkungan alam Indonesia sedikit demi sedikit kian rusak oleh ulah manusia. Tak heran bila musisi seperti Iwan Fals,Nugie,Katon Bagaskara, Slank,Dik Doank,Efek Rumah Kaca, atau U2, kelompok musik asal Irlandia,mulai lantang menyuarakan masalah lingkungan ini kepada masyarakat dunia.Baik melalui perkataan secara lisan maupun melalui karya musik mereka. Konsentrasi Iwan Fals pun tercurah untuk menyuarakan kampanye cinta lingkungan.Tak tanggung- tanggung, Iwan pun menggelar konser keliling Pulau Jawa dalam konser “Keseimbangan Bumi League, Bumi Kita” di kampuskampus perguruan tinggi.

Tema konser itu sesuai dengan album terbaru Iwan Fals bertajuk “Keseimbangan”, di mana pada album itu, Iwan menceritakan tentang alam dan bagaimana manusia mencintai alamnya. Tengok saja lagu Pohon untuk Kehidupan dan Hutanku. Lewat lagu ini Iwan mengajak masyarakat untuk selalu menjaga hutan dan kehidupan alam di Indonesia. Namun, apa yang disuarakan Iwan ini tidak hanya sekadar melalui dunia tarik suara atau mengajak masyarakat dengan lisan,tapi Iwan membuktikan diri bahwa dirinya benar-benar peduli pada lingkungan.

Sedikitnya di 6 kota tempat konser “Keseimbangan Bumi League, Bumi Kita”,pemilik nama asli Virgiawan Listanto ini selalu menjalani rutinitasnya melakukan aksi menanam pohon.Tentu tindakan nyata itu menjadi langkah baik bagi masyarakat. Malah, untuk lebih memaksimalkan peran masyarakat terhadap lingkungan, penyanyi balada dengan tembang-tembang hit seperti Sarjana Muda,Etiopia,atau Suara Hati ini tak ragu untuk menggelar konsernya ke kampuskampus dan pesantren. Menurut Iwan, konser ke kampus- kampus ini dianggap efektif untuk menyuarakan masalah lingkungan. Para tunas muda ini akan menjadi pemimpin negara dan diharapkan dengan usia yang masih muda, kepedulian tentang alam dan lingkungan Indonesia semakin disadari.

“Saya tidak mikir efek dari apa yang saya suarakan.Tapi bayangkan saja kalau bumi kita tidak dirawat dengan baik. Manusia itu butuh oksigen dan oksigen sebagai masa depan dunia. Salah satu cara menjaganya dengan menanam pohon dan kalau tidak disadari dari sekarang langkah menjaga bumi itu tidak gampang,”ungkap Iwan. Apa yang dilakukan Iwan Fals ini bukan untuk dirinya sendiri,tapi untuk kepentingan banyak orang. Pria kelahiran Jakarta, 3 September 1961 ini menilai tidak ada manusia yang menolak keindahan.

Jika alam Indonesia atau dunia dijaga dengan baik,itu akan menjadi keindahan hidup yang luar biasa. Musikus yang dianggap banyak mengkritik ini mulai mengakui, pemerintah saat ini kian peduli pada lingkungan.Banyak program yang dibuat seperti program penghijauan dan hemat energi lainnya. “Saya lihat pemerintah juga sudah melakukan berbagai macam program untuk menjaga alam Indonesia. Kita itu punya hutan yang luas, nyatanya hutan kita banyak hasil alamnya dicuri orang dan ini harus diperhatikan benar-benar,” ujar dia.

Musikus lain yang aktif menyuarakan masalah bumi adalah Nugie. Lihat saja album trilogi pertamanya pada 1995, yaitu “Bumi”. Album itu menceritakan tentang alam dan keindahannya. Kemudian Nugie melanjutkan membuat album “Air” pada 1996, dan “Udara”pada 1998. Hit dalam album-album tersebut antara lain Tertipu, Putri,Teman Baik, Burung Gereja,Crayon,dan Pembuat Teh. Nugie juga membuat Trilogi seri II yang dirilis pada 2004 dengan album bertajuk “Bahagia”. Single pertama dalam album ini adalah Bisa Lebih Bahagia.

Pemilik nama asli Agustinus Gusti Nugroho ini pun juga aktif dalam kegiatan sosial yang berhubungan dengan penyelamatan lingkungan dan Nugie dinobatkan menjadi salah satu duta WWF dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia. Band yang ikut menyuarakan masalah lingkungan dan sosial adalah Efek Rumah Kaca.Mendengar namanya saja orang akan langsung membayangkan berbagai macam tentang lingkungan, termasuk global warming, meski band yang memiliki dua buah album ini tidak membatasi lagu-lagu mereka pada satu persoalan lingkungan saja. Namun, lagu Efek Rumah Kaca atau Hujan Jangan Marah menceritakan tentang kondisi iklim yang selalu berubah-ubah tidak menentu dan disebabkan ulah manusia.

Band yang digawangi Cholil Mahmud (Vokal & Gitar),Adrian Yunan Faisal (Bass & Backing Vocal), dan Akbar Bagus Sudibyo (Drum & Backing Vocal) ini menangkap masalah tersebut dan menuangkannya dalam bentuk lagu. “Kita merasakan siklus cuaca sudah ngaco, enggak sesuai lagi. Banjir semakin merebak dan kita melihat perilaku orang belum sesuai dengan alam.Kondisi itu yang membuat kita merasa tertarik untuk membuat lagu tentang lingkungan,” ungkap Cholil. Dari beberapa lagu tentang alam,ternyata sangat berpengaruh pada penggemar musik mereka. Menurut Cholil, ketika mereka menyampaikan informasi melalui musik, hal itu dapat dicerna orang lain dengan mudah.

“Kita memberi informasi dengan cara menghibur.Banyak orang yang menjadi tahu. Mereka juga mencari tahu dan menyampaikannya kepada orang lain,”kata Cholil. Namun, apa yang dilakukan Iwan Fals, Nugie, Slank, Efek Rumah Kaca,atau musisi lain masih belum cukup.Semua itu harus didukung oleh segala lapisan masyarakat untuk memelihara bumi dengan baik.(tedy achmad)