|
SELAMA ini banyak penyanyi solo yang lebih memilih genre musik pop atau jazz. Berbeda dengan Syesh, penyanyi pendatang baru yang mencoba menawarkan konsep musik berbeda.
Malah, menurut dia konsep musik ini belum pernah didendangkan musisi wanita solo Indonesia. Mengusung genre pop urban, Syesh berusaha memasukkan berbagai macam genre musik dalam satu nuansa Syesh. Irama Timur Tengah, disko, jazz, dan RnB sangat kental terasa pada 8 buah lagu yang terekam di album “Finally”. Sebut saja tembang Nafas Hidupku. Lagu yang dianggap paling mewakili ciri khas musik Syesh ini kental dengan irama Timur Tengah, disko, dan RnB. Demikian dengan tembang Khayal, Kau Dimana, atau Crazy about U. Menurut mahasiswi desain grafis, universitas terkemuka di Jakarta ini, lagu-lagu tersebut merupakan langkah baru untuk meramaikan industri musik Tanah Air. “Albumku ini bisa dibilang yang pertama dengan musik yang aku namai pop urban. Aku berusaha tampil beda dan setiap lagunya memiliki warna,” sebut Syesh. Soal lirik, wanita berusia 24 tahun ini tetap mengandalkan tema cinta. Menurut dia, masalah cinta itu tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan manusia. Kebetulan, selama ini Syesh yang menulis semua lagu. “Aku pikir hampir semua musisi mengedepankan tema cinta, tapi musiknya yang memberi perbedaan,” sebut perempuan yang siap menjadi produser dan pencipta lagu ini. (tedy) |