|
||||||||||||||||||
| TV 3D dengan Harga Lebih Miring |
|
|
| Monday, 30 August 2010 | |
|
TAK dapat disangkal,teknologi 3D mulai merambah layar televisi di rumah-rumah di seluruh dunia, termasuk Indonesia.Bukan hanya film layar lebar, pentas Piala Dunia pun ikut ditampilkan secara 3D. Tak heran, televisi tiga dimensi (3D) diramalkan bakal semarak tahun ini.Para produsen elektronik pun berlomba-lomba menyajikan produk andalnya.Imbasnya,harganya yang selangit pada akhirnya bisa dijangkau masyarakat luas. Apa bukti pertumbuhan televisi 3D di pasaran makin berkembang seiring tumbuhnya industri film berformat 3D? Avatar adalah bukti sukses yang menghadirkan tontonan 3D ke dalam bioskop. Analisis ini diperkuat hasil firma riset asal Amerika Serikat (AS), In-Stat. Mereka memprediksi, dalam kurun waktu tiga tahun mendatang, seperlima TV yang dijual di pasar Negeri Paman Sam akan dilengkapi teknologi 3D.Artinya, sekitar 20% televisi akan bisa digunakan menonton tayangan format 3D pada 2013. Hasil studi tersebut berupaya memberikan gambaran kepada industri bahwa prospek televisi 3D ke depannya sangat besar.“Televisi 3D menjanjikan gelombang inovasi generasi terbaru bagi hiburan di ruang keluarga,” sebut In-Stat pada hasil studinya yang dilansir TG Daily. Sayangnya, ada banyak salah pengertian yang berkembang di masyarakat mengenai teknologi ini,seperti pengertian tentang konverter 2D menjadi 3D.”Mengingat tidak semua film direkam oleh kamera berteknologi 3D, sehingga ’memaksa’ tontonan film 2D ke dalam format 3D akan membuat mata dan kepala menjadi pusing.Hal ini tetap terjadi meski kita menonton menggunakan LED TV 3D kecepatan tinggi dengan kacamata active shutter 3D sekalipun,” papar Product Marketing FPD LGEIN Eko Adhi Suyitno. Ambil contoh film Clash of The Titans bukan film yang khusus dibuat dengan teknologi 3D.Jadi,memaksa menontonnya dalam format 3D hanya akan membuat mata dan kepala bertambah pusing.Berbeda jika Anda menonton film Avatar yang memang dibuat dengan teknologi 3D sejak awal produksi. Sebagai pemrakarsa lahirnya televisi 3D di Tanah Air, LGEIN mengakui pasar televisi berteknologi baru itu makin tumbuh. Nah, untuk memperkuat segmentasi pasar, belum lama ini perusahaan asal Korea Selatan ini memperkenalkan LED LCD 3D TV LG LX6500. Sekadar informasi, April lalu LGEIN memperkenalkan FULL LED 3D TV pertama di dunia,yakni LG LX9500.LG Electronics Indonesia (LGEIN) membuktikan konsistensinya dalam mengembangkan 3D LCD TV di Indonesia.Untuk produk yang terbaru ini, konsumen yang dituju adalah konsumen yang ingin membeli dan menikmati hiburan 3D dengan harga terjangkau. “LG ingin membuktikan konsistensinya di dunia hiburan 3D. Dengan diperkenalkannya LG LX6500, konsumen diharapkan lebih mempunyai banyak pilihan dalam membeli 3D TV,”ujar Eko. Televisi 3D memiliki proses kerja yang sangat rumit. Pada dasarnya televisi 3D bekerja dengan secara sengaja membuat disparitas visual, melalui perekam gambar secara terpisah untuk mata kiri dan kanan. Gambar untuk mata kiri dan kanan tersebut kemudian ditampilkan secara berselingan dengan kecepatan tinggi. Bagi pengguna, dua gambar berbeda itu tampak sebagai sebuah gambar yang utuh karena otak manusia menangkap dua gambar berbeda itu sebagai satu gambar. Seperti 3D TV pendahulunya, tambah dia,LG LX6500 dikatakan hadir dengan segudang fitur serta teknologi terdepan. Lihatlah teknologi Trumotion 200HZ yang berfungsi meminimalisasi terjadinya gambar kabur (blur) ketika menyajikan tampilan gambar yang bergerak sangat cepat. Sebagaimana diketahui, efek 3D biasanya dihadirkan dengan gerakan yang cepat guna menghidupkan gambar tersebut. ” Jadi teknologi Trumotion 200HZ memegang peranan sangat penting untuk menikmati hiburan 3D yang maksimal,”tambahnya. Untuk kejernihan cahaya, produk tersebut dipersenjatai teknologi sumber cahaya LED yang menghadirkan gambar sangat detail, dan menampilkan palet warna yang luas. Dengan Edge LED backlight, LG LX6500 mampu mereproduksi gambar yang akurat dan sesuai dengan karakter aslinya. Dilengkapi contrast ratio 8.000.000:1,TV 3D itu terlihat sangat elegan saat menghasilkan gambar. Gangguan pada gambar dapat ditekan dengan baik dan menawarkan tingkat detail tonal hitam yang pekat, sementara warna putihnya terlihat tajam dan bersih. Untuk melengkapi kemampuannya, kacamata bertipe Shutter dihadirkan guna melengkapi kemampuan LG LX6500 dalam memproduksi gambar 3D. ”Hasilnya, gambar terlihat tiga dimensi sesungguhnya, efeknya tidak melelahkan mata dan visualisasinya lebih stabil,”tandasnya. Kacamata ini bekerja dengan cara menghalangi lensa kiri. Lalu, menghalangi yang kanan sehingga menyebabkan jeda sesaat ketika gambar ditampilkan pada setiap mata guna mencapai gambar 3D lebih hidup.LG LX6500 merupakan satu-satunya 3D TV dengan dual IR emitor yang mengirimkan sinyal syncinglensa dengan TV. Memiliki dual emitte, LGEIN memastikan konsumen dapat melihat konten 3D dengan sudut pandang yang lebih luas dan dari jarak yang lebih panjang. 3D Glasses cukup nyaman untuk dikenakan pada jangka waktu lama dengan baterai yang dapat diisi ulang melalui USB untuk pemakaian 40 jam. Sementara daya listriknya,LG LX6500 memiliki lima mode penghematan energi yang berbeda. Uji coba ini menggunakan sampai 80% daya lebih sedikit dibandingkan dengan teknologi LCD berbasis backlight CCFL (cold cathode fluorescent lamps). ”Kami optimistis bisa menjual sebanyak300unitsebulan,”tambahnya. Produk ini hadir di Indonesia dalam dua model, salah satunya memiliki ukuran 42 inci seharga Rp25 juta dan untuk yang 47 inci dijual Rp45 juta. (m iqbal) |