VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.00 8875.00
SGD7185.82 7170.82 
AUD9810.20 9506.20 
JPY118.25 113.83 
10-Feb-2012 / 11:40 WIB

 
Myanmar Pesona Negeri Seribu Pagoda PDF Print
Friday, 27 August 2010
ImageKHUSYUK: Warga Myanmar tengah berdoa di kompleks Pagoda Shwedagon, pagoda terbesar di Yangon. Pagoda ini terbuat dari emas murni dan dihiasi oleh batu-baturibu mahal.


Selama ini wisatawanlebih mengenal Thailandatau India dibandingkanMyanmar.Referensisoal Myanmarpun agak terbatas.Meski dikenal sebagai negarayang tertutup,Myanmar memiliki sejumlahkota yang menampilkanpesona luar biasa.

Yangon merupakan salah satu kotayang penuh pesona di Myanmar.Kota yang ini juga merupakan kotaterbesar dan tersibuk di negeriyang juga dikenal dengan sebutanBurma ini. Selama hampir sepekan,SINDO bersama rombongandelegasi kesenian dari KementerianKebudayaan dan Pariwisata(Kemenbudpar) menikmati indahnyaKota Yangon. Secara khusus,KBRI di Yangon memang mengundangdelegasi kesenian dari Jakartadalam rangka pentas budaya.Memasuki Kota Yangon,kita serasakembali diajak ke tahun ‘80-an.Tak ada mobil mewah di jalanan.Yang tampak hanya mobil-mobilkuno yang di Indonesia, biasanyahanya bisa dijumpai di klubklubpehobi mobil antik. Janganharap Anda bisa mendapatkan taksiber-AC di Yangon.

Angkutanumum dalam kota pun masih sangatmemprihatinkan. Jenisnyabermacam-macam, ada bus kuno,angkutan kota yang mirip bemo.Yang paling banyak terlihat adalahtruk kuno yang disulap menjadiangkutan umum.Satu-dua kendaraan mewahyang bisa dijumpai di Yangon kebanyakanberpelat putih, pelat khususbagi mobil milik korps diplomatikatau mobil milik kedutaan.Mobil mewah di Yangon adalah SuzukiKarimun, itu pun jumlahnyabisa dihitung dengan jari.“Di sini,mobil Karimun harganya bisa mencapaiRp400 jutaan,” terang AtasePertahanan KBRI Kolonel AangSuharlan.Meski demikian,Yangon adalahkota yang sangat aman.Wisatawantak perlu takut kena copet,jambret, ataupun rampok.

Kita bisajalan-jalan bebas di tempatumum sambil menenteng segepokuang tanpa harus khawatir akan dicopet.Minimnya angka kriminalitasdi Yangon langsung terlihatsaat kita menginjakkan kaki diBandara Internasional Yangon.Begitu masuk bandara, kitalangsung melihat warga asli Myanmardengan santainya menyelipkandompet,ponsel,atau kunci mobildi kain sarung.Kain sarung,atauorang Myanmar menyebutnya denganistilah lon gyi (longji), memangmenjadi pakaian nasionalmereka. Sangat jarang bisa dijumpaiwarga Myanmar yang memakaicelana panjang atau pakaian lain.

Warga Myanmar, baik laki-lakimaupun wanita, kebanyakan memakaikain sarung sebagai pakaiansehari-hari mereka.Yangon memang terkenal denganbangunan pagodanya. Bangunanmenjulang berwarna kuningkemasan terlihat mendominasidi mana-mana. Di kota ini seakanada ribuan pagoda. Maklum,89,2% penduduk Myanmar beragamaBuddha. Pagoda Shwedagonadalah pagoda paling besardan terkenal di tempat ini.Pagodayang dibuat di era Buddha Gautamaini paling banyak dikunjungi.Bangunannya sangat megah menjulangtinggi. Konon pagoda initerbuat dari emas murni.

Di ujungatasnya,bergantungan hiasan darirubi yang sangat mahal.Fasilitas ditempat ini juga sudah memadai.Untuk naik, wisatawan tak perlulagi naik tangga, di sana sudahdimanjakan dengan lift.Di tempat ini banyak sekalibiksu yang siap mendoakan Andadan keluarga.Namun setelah mendoakan,biasanya kitadimintauntuksedekah. Kita juga diperbolehkanmengambil foto sepuas hati. Jika ingin menggunakan jasa tukang foto langsung jadi, di Shwedagon jugabanyak fotografer komersial.Tarifnya cukup murah, satu fotoberukuran sekitar 10R dengan latarbelakang Pagoda Shwedagon cukup membayar1.500 kyat atau sekitarRp15.000.

Ditunggu 20 menit, fotosudah diantar di tempat.Namun sayang, foto yang dihasilkankurang natural. Pasalnya,background bagian atas digantisehingga antara foto yang satu danyang lain langitnya terlihat sama.Selain pagoda di Yangon, kita jugabisa mengujungi museum atauDanau Kandawagyi yang terletaktak jauh dari KBRI. Yang perludiperhatikan saat kita berkunjungdi Yangon atau di kota-kota lain diMyanmar, adalah aturan soalmemotret.Pemerintah Myanmar melarangkita mengambil gambar bangunan-bangunan milik pemerintahseperti perkantoran, bandara,pom bensin, atau rumah sakit.

“Cirinya bangunan-bangunan tersebutberwarna merah.Aturannyasangat ketat. Kalau ketahuan bisaditangkap. Kalau ke Myanmar, pokoknyajangan memotret bangunanwarna merah,”terang LukmanFauzi, guru Indonesian InternationalSchool Yangon. (*)

AINUN NAJIB
Harian Seputar Indonesia
Yangon, Myanmar