|
||||||||||||||||||
| Rights Issue Mandiri Selesai November |
|
|
| Tuesday, 24 August 2010 | |
|
JAKARTA(SINDO) – PT Bank Mandiri Tbk akan menyelesaikan proses
penerbitan saham baru (rights issue) pada November mendatang.Jika
berhasil,Bank Mandiri akan membatalkan penerbitan obligasi subordinasi
sebesar USD300 juta tahun depan.
”Kalau semuanya lancar, bisa terjadi minggu kedua atau ketiga November mendatang. Jika ada sesuatu, paling tidak bisa dilakukan awal 2011.Tapi, kita tetap ingin di tahun ini dan kemungkinan besar akan membatalkan rencana penerbitan subdebtvalas sebesar USD300 juta, ” ungkap Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Pahala N Mansury di Jakarta kemarin. Seperti diketahui,Bank Mandiri akan melepas 2,36 miliar lembar saham saat proses rights issue.Kepemilikan pemerintah akan tetap dijaga pada kisaran 60%. Pahala menegaskan,dalam tiga minggu ini perseroan akan melakukan pemilihan penjamin emisi sambil menunggu proses izin dari DPR keluar.Setelah semua proses baru valuasi mengenai harga diumumkan. ”Jadi mengenai harganya belum bisa dikatakan sekarang,kemungkinan baru November,”katanya. Menurut Pahala, setelah merampungkan rights issue tahun ini, Bank Mandiri tahun depan akan fokus menyelesaikan akuisisi perusahaan asuransi umum.”Akuisisi asuransi umum masih jalan.Kalau bisa tahun ini rights issue,itu (akuisisi) menjadi yang berikutnya,” ungkapnya. Pahala mengatakan, saat ini sudah ada satu perusahaan asuransi umum yang sedang dalam penjajakan. Namun, namanya belum bisa diumumkan.”Sudah ada yang kita bidik,tapi belum bisa diumumkan. Saat ini kan kita masih punya AXA Mandiri,”ujarnya. Mengenai pendanaan akuisisi tersebut, Pahala mengaku belum bisa menyebutkan besarannya. Namun,seluruh dana akuisisi akan diambil dari kas internal.”Pastinya dari likuiditas kita cukup, tapi belum ada alokasi khusus,”ujarnya. Lebih lanjut Pahala menuturkan, Bank Mandiri tahun ini akan meningkatkan rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (loan to deposit ratio/LDR). LDR perseroan masih jauh dari ketentuan Bank Indonesia yang akan dipatok di kisaran 78-102%. ”Perlahan-lahan kami akan meningkatkan rasio LDR dari Juni 64,2% menjadi 74% di akhir 2011,”tambah Pahala. Posisi LDR Bank Mandiri pada Juli sudah naik menjadi 66% (hanya bank) dan sekitar 68% (konsolidasi). Akhir tahun diharapkan LDR bisa meningkat hingga 70%. Sementara tahun depan akan dikejar hingga 72-74% sampai akhir 2011. Hingga semester I/2010, Bank Mandiri telah menyalurkan kredit sebesar 20% dari Rp181,6 triliun menjadi Rp218 triliun. Kredit tersebut dialokasikan untuk kredit produktif (21,4%), kredit modal kerja (17,3%), dan kredit investasi (28,3%).”Kami akan menjaga tingkat penyaluran kredit sekitar 20% per tahun atau sama dengan industri,” katanya. Kembangkan UMKM Selain fokus dalam kredit korporasi dan konsumer,Bank Mandiri jugaakanfokuske kreditretailyaitu kredit UMKM. Untuk mengembangkan kredit UMKM tersebut, Bank Mandiri mengajak mitra binaannya dalam sebuah pameran di Jakarta pada 25-29 Agustus ini. Kegiatan ini diikuti oleh 180 mitra binaan,4 perusahaan linkage program, dan 12 wirausaha muda mandiri dengan target 10.000 pengunjung dari berbagai kalangan. ”Pameran produk ini merupakan produk unggulan dari mitra binaan Bank Mandiri,”tambah Asisten VP Micro Business Group Bank Mandiri Nila Mayta Dwi Rihandjani. Produk yang dipasarkan adalah barang-barang kebutuhan persiapan Lebaran atau Idul Fitri seperti makanan,busana,batik,tenun,perhiasan, furnitur, interior,kerajinan kayu,marmer,keramik hias, rotan, bambu,kerajinan logam,anyaman, dan produk lainnya.”Harapannya pameran ini dapat melakukan transaksi minimal Rp5 miliar per hari atau sekitar Rp25 miliar dalam lima hari ke depan,”tambahnya. Hingga semester I/2010, Bank Mandiri telah menyalurkan pinjaman program kemitraan sebesar Rp658,2 miliar kepada lebih dari 48.000 pengusaha kecil. Kredit dalam pinjaman murah ini hanya dipatok bunga 6% (flat) per tahun. Kredit tersebut dialokasikan untuk debitur yang belum pernah mengakses dana perbankan (belum bankable). (didik purwanto) |