|
||||||||||||||||||
| Arema Selangkah Lagi Menuju Double Winner |
|
|
| Thursday, 29 July 2010 | |
|
SIDOARJO(SI) – Arema Indonesia memperpendek jarak menuju double winner
atau gelar ganda musim ini. Pada babak semifinal Piala Indonesia (SI)
2010 di Gelora Delta Sidoarjo tadi malam,Arema Indonesia menghempaskan
Persik Kediri dengan skor telak 4-0. Gol Arema dicetak Irfan Raditya (‘48), Mohammad Ridhuan (‘52),Fachrudin (‘87),dan Rahmad Afandi (‘90).Persik Kediri bahkan harus bermain dengan 10 pemain kala kiper Fauzi Toldo menghadang laju striker Noh Alam Syah yang melakukan solo run. Dengan hasil ini,Arema bakal menghadapi Sriwijaya FC (SFC) di babak final yang rencananya digelar di Stadion Manahan Solo pada 1 Agustus 2010. Jika mampu memenangkan final,Arema bakal menjadi tim kedua setelah SFC yang meraih double winner. Arsitek Arema Robert Albert mengungkapkan, sebenarnya dia kecewa dengan pemain yang kendur pada menit akhir dan membuat pelanggaran yang tidak perlu. Akibatnya, kapten Pierre Njanka harus terkena kartu kuning, yang berarti harus absen pada laga pamungkas karena akumulasi kartu kuning. “Pertandingan yang sulit. Kepemimpinan wasit juga sering tidak mendasar. Namun, beruntung kami mampu mengendalikan permainan dan mencetak empat gol,”kata Robert. Menurut Robert, situasi lebih mudah setelah unggul dua gol dan ditambah kartu merah untuk kiper Fauzi Toldo. Robert Albert meminta wasit di final nanti dipimpin wasit yang netral sehingga pertandingan enak ditonton. Sementara itu, pelatih Persik Agus Yuwono mengakui timnya sering lepas konsentrasi sehingga pemain Arema lebih leluasa mengatur tempo permainan. Situasi semakin rumit ketika kiper Fauzi Toldo mendapat kartu merah. Sementara jatah pergantian tiga pemain sudah digunakan semua. Arema yang mengambil inisiatif penyerangan di awal babak pertama membuat pertahanan Persik kalang kabut.Pada menit ke- 3,tim berjuluk Singo Edanini sudah membuka peluang lewat tandukan Fachrudin. Sayangnya, bola hanya membentur tiang kiri gawang Fauzi Toldo. Pada menit ke-15 Arema kembali nyaris membobol gawang Persik melalui Ahmad Bustomi. Namun, sontekannya memanfaatkan umpan Roman Chmelo terlalu lemah dan bisa diantisipasi Fauzi Toldo. Sementara Persik yang mengusung pola 3-5-2 secara kasatmata berubah menjadi 5-3-2 dengan lebih memanfaatkan counter attack melalui umpanumpan panjang. Permainan menjadi membosankan karena gelombang serangan Arema dkk tak pernah menemui sasaran.Apalagi,Persik melakukan serangan secara sporadis dan tak mampu membuat ancaman serius bagi gawang Kurnia Meiga. Daya tarik di babak pertama justru datang dari Aremania dan Persikmania yang saling hujat. Aremania di sektor 7, 8, 9, 10 tak henti mengolok-olok Persik yang musim ini berada di zona degradasi Djarum ISL. Sebaliknya, Persikmania membalas sekenanya. Mengawali babak kedua,Arema unggul melalui Irfan Raditya yang membelokkan tendangan Pierre Njanka dari luar kotak 16. Kiper Fauzi Toldo yang terhalang pemain belakang mati langkah dan bola tak mampu membendung arah bola. Semenit kemudian Arema sebenarnya berhasil menggandakan lewat tendangan Noh Alam Syah. Sayangnya, hakim garis menyatakan offside. Namun, Arema tak terlalu lama kecewa. Pada menit ke-51 M Ridhuan membobol gawang Persik.Unggul 2-0 membangkitkan daya serang Singo Edan. Pelatih Persik Agus Yuwono berusaha mengangkat penetrasi timnya dengan memasukkan Saktiawan Sinaga pada menit 56. Namun, tiga bek Persik kerap tak sanggup membendung serangan cepat Roman Chmelo dan Noh Alam Syah.Di sisi lain,upaya Persik menekan Arema tidak efektif karena di depan menyisakan Saktiawan Sinaga. Penderitaan Persik malah bertambah karena harus bermain dengan 10 orang setelah kiper Fauzi Toldo diganjar kartu merah karena melanggar keras Noh Alam Syah yang saat solo run. Karena Persik sudah melakukan tiga pergantian pemain,terpaksa Wawan Widiantoro didapuksebagai penjaga gawang. Bahkan, Wawan harus merasakan sulitnya jadi kiper setelah ditaklukkan M Fachrudin pada menit ke-87.Fachrudin yang lolos jebakan offside mengangkat bola melewati Wawan yang terlanjur merangsek maju. Pada menit ke-90 Persik semakin hancur setelah tendangan pelan Rahmat Afandi tak mampu dibendung Wawan Widiantoro.Skor empat gol tanpa balas pun mengantar Singo Edanke final PI 2010. (kukuh setyawan) |