VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9100.008850.00
SGD7229.807214.80
AUD9828.759523.75
JPY118.58114.12
9-Feb-2012 / 10:42 WIB

 
Kerja Sama Orang Tua dalam Membesarkan Anak PDF Print
Wednesday, 28 July 2010

MENDIDIK dan membesarkan anak,tak hanya menjadi tugas seorang ibu,ayah pun sebaiknya terlibat dalam urusan ini.Selain anak cerdas,kerja sama ayah dan ibu ini juga akan menciptakan keharmonisan keluarga.  

Farhan, 14,murid kelas 2 SMP, ini sering mogok sekolah, bahkan sudah 2 kali pindah sekolah. Bukan karena tidak cerdas,lihat saja tingkat kecerdasan yang dimiliki Farhan, yakni 135. Lantas apa penyebabnya? Ulahnya yang tidak terkontrol, seperti sering bertengkar dan malas sekolah. Ibunya pun khawatir dengan ulah Farhan.Setelah dicari penyebabnya, ternyata penyebabnya adalah perbedaan cara mendidik antara ibu dan ayahnya. Berbedanya pendekatan dalam pola pengasuhan anak yang diterapkan kedua orang tua Farhan, membuat Farhan seolah-olah bisa dimengerti oleh kedua orang tuanya sehingga Farhan berpikir bisa melakukan apa saja. Sang ibu berusaha untuk menerapkan disiplin dengan cara penghargaan dan hukuman (reward dan punishment), sedangkan sang ayah sama sekali tidak menerapkannya.

Apa pun yang Farhan minta,selalu dipenuhi sang ayah dengan cepat. ”Saya ibunya, lebih baik dalam mendidik anak, lihat saja ayahnya yang selalu memudahkan apa pun yang dia mau, ketika Farhan ketemu tantangan sedikit saja di sekolah, keadaan itu sudah membuat dia mogok sekolah,” tutur Maura, ibunda Farhan. Maura pun bercerita, saat Farhan kelas 5 SD bertengkar dengan teman sekelasnya yang menyebabkan luka sehingga harus dijahit.Sekitar 150 orang tua pun protes dan meminta Farhan keluar dari sekolahnya. ”Saya menangani semuanya sendiri dan suami saya tidak tahu karena saya takut kalau saya kasih tahu ayahnya,dia pasti akan marah sekali,”tuturnya.

Praktisi emotional intellegence parenting dari Radani Emotional Intellegence Center,Hanny Muchtar Darta Certified EI PSYCH-K SET mengatakan, cara membesarkan anak yang dilakukan orang tua Farhan adalah cara yang salah. Sebab, keduanya memiliki cara membesarkan anak yang tidak dilandasi dengan rasa kerja sama. ”Sudah seharusnya ketika kedua orang tua memutuskan untuk memiliki anak, sebaiknya sudah harus mulai dipikirkan pendekatan terbaik yang kedua belah pihak sepakati karena hal ini sangat penting sekali dalam usaha membesarkan anak,”tuturnya.

Hanny mengatakan,jika hal tersebut terjadi, maka besar kemungkinan anak menjadi seseorang yang dapat membawa perubahan positif di lingkungannya.Untuk mencapai tujuan bersama tersebut, tentunya hubungan kedua orang tua sudah sebaiknya harmonis dalam bekerja sama. Sebab, jika tidak bekerja sama dengan baik,maka akan sulit untuk mencapai tujuan yang diinginkan bersama.Tentunya hal itu demi kebaikan anak dan sesuai dengan potensi anak. ”Membangun rumah tangga yang baik sebaiknya harus mengikuti beberapa prinsip penting layaknya membangun dan mengembangkan suatu perusahaan,” ucap wanita yang mengambil pendidikan di Emotional Intelligence Six Seconds,Amerika Serikat ini.

Hanny mengibaratkan, ketika beberapa orang ingin membangun perusahaan, tentunya mereka mempunyai tujuan yang sama. Demikian pula ketika sepasang pria dan wanita dewasa memutuskan berumah tangga dan mempunyai anak,tentunya mempunyai tujuan yang sama.”Jika belum,segeralah untuk membuat tujuan yang disepakati dan realistis tentunya,” saran Hanny. Menurut pakar keluarga Kyle Pruett MD dan Marsha Kline Pruett PhD dalam bukunya, Partnership Parenting 2009, kerja sama antarpasangan (partnership parenting) merupakan pendekatan terbaru dalam mengasuh dan membesarkan anak.

Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang mendapatkan pola pengasuhan oleh ayah dan ibunya secara seimbang dengan berperan aktif, akan lebih sehat, cerdas emosi, sosial, dan intelektual, serta mampu mengikuti pelajaran di sekolah dengan baik. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa anak membutuhkan ayah dan ibu dalam perjalanan hidupnya karena adanya perbedaan respons dari bayi dari cara atau kebiasaan yang dilakukan ayah dan ibunya.

Inilah yang pada akhirnya akan membuat sang buah hati mendapatkan stimulasi yang membantu perkembangan fisik dan mentalnya dengan optimal. Perlu dipahami,jika hubungan kedua orang tua sehat dan selalu melakukan pendekatan positif, maka energi yang Anda miliki pun akan positif dan menjadikan hubungan rumah tangga sehat. Dengan begitu,hal tersebut bisa menjadi contoh bagi anak. ”Dengan demikian, anak pun akan merasa nyaman dalam berkomunikasi dan anak akan menganggap kedua orang tuanya mempunyai peran yang sejajar, sama penting, dan memiliki kekuatan yang sama,”tuturnya. (inggrid namirazswara)