|
||||||||||||||||||
| PLN: Indonesia Bebas Byarpet |
|
|
| Wednesday, 28 July 2010 | |
|
MATARAM(SI) – Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Dahlan
Iskan mengungkapkan, pada 30 Juni 2010 seluruh wilayah Indonesia bebas
dari pemadaman bergilir.
Dahlan Iskan mengatakan, PLN sudah mengatasi krisis listrik di 250 daerah, khusus di Indonesia timur ada 243 titik yang teratasi, salah satunya Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Krisis listrik di Lombok sempat mencapai 40 megawatt (MW) karena lebih dari 10 unit mesin pembangkit listrik mengalami kerusakan sehingga butuh perbaikan intensif. Namun, Dahlan menegaskan bahwa berakhirnya pemadaman bergilir setelah 30 Juni 2010 bukan berarti tidak ada pemadaman listrik yang bersifat insidental. Menurutdia, terkadang ada pohon tumbang dan mengharuskan pemadaman listrik saat perbaikan jaringan yang rusak akibat insiden itu. “Ada juga karena trafo yang kena petir dan penangkal-penangkal petir itu banyak yang dicuri orang. Di Pulau Jawa sekitar 30% penangkal petir dicuri orang,” ujarnya saat deklarasi gerakan Indonesia Bebas Pemadaman Listrik Bergilir di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, Mataram, kemarin. Menurut dia, gangguan teknis itu hanya pada daerah tertentu seperti di Singkawang, Kalimantan Barat; Medan,Sumatera Utara; dan Muara Karang, Jakarta. “Kami akan benahi kendala teknis itu dan ke depan diupayakan menangani daftar tunggu yang secara nasional mencapai 500.000 rumah tangga di Indonesia bagian barat dan timur,” ujarnya. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam acara deklarasi tersebut memuji kinerja PLN yang mampu mengatasi darurat listrik di berbagai daerah di Indonesia.“Masalah byarpet (pemadaman bergilir) telah diselesaikan oleh PLN. Dan saya perlu menyampaikan apresiasi,” kata Presiden SBY. Namun,Presiden memberi waktu 30 hari ke depan kepada manajemen PLN untuk mempertahankan kemampuan mengatasi darurat kelistrikan itu.“Saya akan lihat 30 hari ke depan apakah bisa mempertahankannya untuk kemudian memberi apresiasi kedua,”ujarnya. Presiden mengungkapkan, saat ini terdapat 19 juta rumah tangga atau kepala keluarga di Indonesia yang belum menikmati listrik sehingga perlu ditempuh upaya-upaya nyata. “Pemerintah terus berupaya sehingga pada akhirnya rakyat miskin bisa dapat listrik,”kata Presiden. Menurut Kepala Negara, setelah dalam enam bulan PLN mampu memenuhi komitmen Indonesia bebas pemadaman bergilir, maka target selanjutnya adalah memastikan jika seluruh permohonan permintaan listrik dapat dipenuhi. Diketahui, ada 500.000 daftar tunggu pemasangan listrik,200.000 rumah tangga di Indonesia bagian barat dan 300.000 di bagian timur. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Zahedy Saleh mengatakan, sebelumnya pemadaman listrik bergilir tidak dapat dihindarkan karena kebutuhan pada waktu beban puncak belum dapat dipenuhi. Dia menjelaskan, yang dimaksudkan dengan program bebas pemadaman bergilir adalah penyediaan daya listrik yang cukup sehingga tidak ada lagi pemadaman bergilir. “Bila masih terjadi pemadaman, lebih disebabkan gangguan lokal,”katanya. Sementara itu, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Medan meminta PLN Wilayah Sumut segera mengakhiri pemadaman bergilir karena dinilai telah banyak merugikan konsumen di daerah itu. “Kami meminta PLN tidak lagi melakukan pemadaman listrik secara bergilir,” kata fungsionaris IMM Kota Medan Ogie Renaldo Harahap saat memimpin demo bersama puluhan rekannya ke Kanwil PLN Sumut di Medan kemarin. Dalam aksi damai itu, mereka juga menyatakan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) belum mampu diimbangi PLN dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada konsumen. Bahkan, mereka menilai, BUMN penyedia jasa energi listrik itu belum mampu secara optimal melayani kebutuhan listrik di Sumut. (ant/okezone) |