|
||||||||||||||||||
| Binjai Garap SD dan SMA RSBI |
|
|
| Friday, 16 July 2010 | |
|
BINJAI (SI) – Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Disdikjar) Kota Binjai
berencana mendirikan sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah atas (SMA)
sebagai rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI) pada 2011
mendatang.
Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Rambutan itu. Kepala Bidang Perencanaan dan Informasi, Disdikjar Kota Binjai Indriani mengungkapkan,mendirikan sekolah sebagai RSBI merupakan kewajiban setiap kabupaten/ kota yang diatur dalam Undang- Undang (UU) No 20/2003 tentang Pengelolaan Pendidikan. Dalam UU itu disebutkan bahwa pemerintah daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada setiap jenjang untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan yang bertaraf in-ternasional. “Di Binjai sendiri,sekolah yang RSBI masih SMPN 1 yang sudah menjalani tahun ketiga. Berarti, harus ada jenjang di atasnya untuk menampung siswa tamatan RSBI SMP. Maka itu, selain akan mendirikan RSBI SD, tahun depan kami berencana mendirikan RSBI SMA,” ujarnya kepada harian Seputar Indonesiakemarin. Dia mengakui sejauh ini belum ada SD di Binjai yang layak dijadikan RSBI. Sebab, lahan yang dibutuhkan sekitar 3.500 m2. Sementara itu, di antara 153 SD negeri maupun swasta yang ada, umumnya hanya memiliki lahan sekitar 1.200–2.000 m2. Lahan seluas itu diperlukan untuk pembangunan sarana bermain,laboratorium,dan sarana olahraga. ”Di Binjai belum ada sekolah yang luas lahannya mencukupi, jadi jalan satu-satunya tiga atau dua sekolah dimerger (gabung) jadi satu,”ungkapnya. Dia menambahkan, untuk menggabung sekolah membutuhkan proses yang panjang, seperti membuat berita acara mengenai aset pemko.Untuk itu,dibutuhkan perhatian dari Pemko dan DPRD Binjai dalam mendukung rencana menciptakan RSBI itu. Untuk tingkat SMA, mereka mengusulkan SMAN 5 sebagai RSBI sekolah SMA pertama di Binjai. “Luas lahan sudah memadai, tapi tetap ada kendalanya, yaitu gurunya. Untuk sekolah RSBI, gurunya harus 50% tamatan S-2. Sementara itu,kalau guru tamatan S- 2 yang dikumpulkan dari sekolahsekolah lain belum mencukupi. Jadi belum bisa,”tandasnya. Di tempat terpisah,anggota Komisi C DPRD Binjai Raiderta Sitepu menyatakan, mereka sepenuhnya mendukung rencana mendirikan RSBI SD dan SMA itu. Namun, diharapkan sekolah RSBI tersebut benar-benar dapat menelurkan siswa yang berkualitas. Selain itu, sekolah RSBI diharapkan dapat mengembangkan potensi Binjai sebagai kota pendidikan. “Sekolah RSBI itu tidak hanya namanya, juga harus benar-benar bisa menelurkan siswa yang berkualitas,” tuturnya. Agar berkualitas,sekolah RSBI itu tidak boleh ada nepotisme dalam merekrut siswanya, harus berdasarkan kemampuan dan prestasi siswa. Dengan begitu, benar-benar menghasilkan siswa yang berkualitas. “Soal anggaran kami mendukung untuk menunjang sarananya. Kami berharap Dinas Pendidikan bijaksana dalam merealisasikan anggaran 37% dana pendidikan dari APBD Kota Binjai,”ujarnya. (eko agustyo fb) |