VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9100.008850.00
SGD7229.807214.80
AUD9828.759523.75
JPY118.58114.12
9-Feb-2012 / 10:42 WIB

 
BI Hasanuddin Berstatus Open Sky PDF Print
Monday, 14 June 2010
MAKASSAR(SI) – Bandar Udara Internasional (BI) Sultan Hasanuddin kini mendapatkan kenaikan status dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) setelah ditetapkan sebagai airport open sky international.

Dengan status tersebut, bandara dan langit Sulsel bebas didarati serta dilintasi pesawat dari maskapai penerbangan berbagai belahan dunia. Melalui status tersebut, sistem operasional prosedur (SOP) pelayanan bandara disesuaikan dengan standar internasional. Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Sulsel Amal Natsir mengatakan, status open sky tersebut baru ditetapkan Menteri Perhubungan, dua bulan lalu.

Dengan status tersebut,layanan penerbangan dan penumpang wajib ditingkatkan. “Karena itu diharapkan kepada PT Angkasa Pura II selaku pengelola bandara,menjaga pelayanan untuk tetap sesuai standar internasional agar status open sky ini terjaga. Status ini, efeknya menjadi Sulsel bisa mendapat perhatian dunia,”ungkapnya kepada Seputar Indonesia (SI) di Kantor Gubernur Sulsel,kemarin. Sekadar diketahui, di Indonesia, hanya lima bandara yang berstatus open sky.

Selain Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, dan empat lainnya adalah,Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Polonia Medan,Juanda Surabaya,dan Ngurah Rai Bali. Selain itu,status open sky ini didukung dengan keberadaan Air Traffic Control (ATC) Bandara Sultan Hasanuddin yang bisa meng-coverseparuh wilayah Indonesia atau Kawasan Timur.Setiap ATC bandara mengontrol sedikitnya 1.800 penerbangan.

Amal Natsir mengungkapkan, dengan status open sky, pengelolaan bandara diharapkan lebih profesional dengan care(peduli) terhadap pelayanan publik. Petugas bea cukai diwajibkan untuk friendly (bersahabat) dengan pelayanan X-Ray yang cepat. Selain itu, komunikasi antara penumpang dan petugas bandara harus komunikatif. “Pelayanan sudah cukup bagus termasuk X-Ray yang tidak menyebabkan pesawat delay (terlambat). Selain itu,petugas bea cukai sudah mulai melunak.

Diharapkan, dengan kategori ini, target tujuh juta penumpang bisa terpenuhi,” ujarnya. Catatan lain yang harus dilakukan PT Angkasa Pura dengan status open sky yang disetujui INAKA tersebut, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Bandara senilai Rp4 triliun tersebut harus lebih bersih, aman, dan pelayanan yang cepat kepada penumpang. (abriandi)        

 
covermakasar