|
||||||||||||||||||
| Atasi Kesemrawutan, Putaran TMII Dibongkar |
|
|
| Wednesday, 09 June 2010 | |
|
JAKARTA (SI) – Pemkot Jakarta Timur mulai membongkar putaran di Jalan
Taman Mini 1,Ceger,Cipayung, Jakarta Timur. Rencananya pemerintah akan
membuat pertigaan yang langsung terhubung ke pintu utama Taman Mini
Indonesia Indah (TMII).
Menurut Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur Viktor Tambunan,pertigaan dibuat untuk mengatasi kesemrawutan di Jalan Taman Mini 1.Pasalnya selama ini, kendaraan dari arah Cipayung, Kampung Rambutan, dan Mabes Hankam harus berputar untuk menuju TMII. ”Kendaraan berputar tersebut menyebabkan kemacetan,” papar Viktor kepada Seputar Indonesia,kemarin. Terdapat lima titik putaran di Jalan Tamini 1 selain depan pintu gerbang utama TMII. Seperti di depan Masjid At-Tin, depan padepokan pencak silat,depan taman anggrek, pom bensin, dan depan Tamini Square. Dari pantauan di lapangan,saat ada kendaraan kecil berputar di lima titik itu,pada jam kerja sudah membuat kepadatan. Hal yang sama terjadi pada akhir pekan saat lalu lintas padat.Terlebih saat kendaraan besar, seperti bus yang berputar membuat waktu tunggu jadi lebih lama. ”Bus tidak dapat bermanuver mudah di putaran tersebut sehingga pengendara harus bersabar,”ujarnya. Pembangunan pertigaan diharapkan sejumlah kendaraan yang menuju ke pusat rekreasi budaya itu bisa langsung masuk ke TMII tanpa harus berputar. ”Rencananya akan dibuatkan lampu merah juga,”bebernya. Viktor mengaku menghabiskan anggaran sekitar Rp80 juta untuk mengubah putaran di depan TMII itu menjadi pertigaan. Direktur Operasional TMII Ade F Meyliala menyambut baik upaya Pemkot Jakarta Timur tersebut. untuk itu, Ade berharap pemerintah membuatkan bundaran di lokasi tersebut. ”Bundaran itu selain memecahkan kesemrawutan juga memiliki nilai estetika,”ungkapnya. Lebih lanjut menurut Ade,bundaran lebih tepat karena di lokasi tersebut akan dipasangkan semacam tugu atau simbol dari pusat rekreasi kebanggaan Nusantara itu. ”Kami siap bekerja sama mendukung kalau dibuatkan bundaran,” paparnya. Permintaan ini, kata Ade, didasarkan pihaknya memberikan sumbangan pembangunan di Jakarta Timur melalui pajak yang dibayarkan.” Kami selalu membayar pajak tepat waktu dengan jujur. Tidak salah bila meminta kompensasi pembayaran pajak dengan dibuatkan bundaran,”tandasnya. Terlebih TMII merupakan satusatunya pusat rekreasi yang berlokasi di Jakarta Timur dan menjadi kebanggaan masyarakat luas. ”Sudah sewajarnya pemerintah kota turut mendukung kami dalam pengembangan TMII ke depan,” pungkasnya. (isfari hikmat) |