|
||||||||||||||||||
| Luapan Sungai Citarum Capai 3 Meter |
|
|
| Sunday, 21 March 2010 | |
|
KARAWANG(SI) – Tingginya curah hujan di bagian hulu berdampak terhadap
tingginya luapan Sungai Citarum yang menggenangi rumah warga. Jumlah wilayah yang terkena banjir pun bertambah sampai tujuh kecamatan di Kabupaten Karawang. Saat ini, banjir merendam tujuh kecamatan yang meliputi 21 desa, di antaranya Kecamatan Karawang Barat, Karawang Timur,Telukjambe Timur, Teluk jambe Barat,Ciampel, Batujaya,dan Pakisjaya. Hingga kemarin, tercatat sebanyak 5.935 warga yang rumahnya terendam dan memaksa 22.565 jiwa mengungsi ke tendatenda pengungsian dan rumah saudara mereka yang tidak terkena banjir.
Berdasarkan pantauan,ketinggian air mulai dari 50 sentimeter hingga 3 meter.Rumah warga yang paling parah terkena banjir berada tepat di bantaran Sungai Citarum. Bahkan, posko kesehatan dan tenda pengungsi yang ditempatkan di lapangan kini ditinggalkan warga karena sudah terendam banjir.Sementara sebagai pengganti, Pemkab Karawang mendirikan tenda pengungsi di lahan kosong jalan Interchage Karawang. Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang Arifin H Kertasaputra mengatakan, pihaknya mencoba mengurai debit air dari Jatiluhur ke saluran-saluran irigasi yang masih kosong. ”Sebelum masuk ke Sungai Citarum, air dibagi dua ke arah Leweung Sereuh dan Curug, sehingga debitnya berkurang,” ujarnya. Meskipun demikian, pihaknya tidak bisa menjamin air yang kini sudah merendam rumah warga dapat segera surut. Sebab, juga tergantung kepada curah hujan di bagian hilir yang sampai saat ini masih turun hujan lebat. ”Kami akan maksimalkan pembagian air tersebut sampai ke saluran irigasi yang berada di kecamatan-kecamatan,” jelasnya. Menurut Arifin, untuk mengantisipasi banyaknya pengungsi pihaknya sudah menyebarkan tenda dan bahan logistik untuk mendirikan tenda-tenda pengungsi di lokasi yang terkena banjir. Berdasarkan evaluasi, sampai saat ini masih ada kekurangan kompor untuk dapur umum. ”Kami akan penuhi kekurangan tersebut. Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat siap membantu,” imbuhnya. Sementara itu, Ospida,warga Perumahan Karawang Barat Indah I, mengaku keluarganya sudah diungsikan sejak tiga hari lalu.Hal tersebut dilakukan karena rumahnya sangat dekat dengan bantaran Sungai Citarum dan selalu paling parah kondisi jika terkena banjir. ”Saya sudah memperkirakan banjir akan terus berlanjut.Apalagi, berdasarkan informasi di media, Bandung terus hujan,” ucapnya. Dia tidak membawa barangbarang yang berada di rumah dan hanya memindahkan ke tempat yang lebih tinggi.Meskipun begitu, dia tetap mengontrol kondisi rumah bergantian. ”Saya tetap bolak-balik untuk melihat dan memeriksa rumah karena tidak ada yang menjaga,” ujar Ospida. Untuk bantuan logistik, Dinas Sosial Kabupaten Karawang sudah menyalurkan mi instan sebanyak 765 dus, beras 12,56 ton, 22 dus air mineral,dan 9 tenda darurat. ”Kami juga sudah menyiapkan tenda serta peralatan untuk dapur umum bagi warga. Kini hanya tinggal mendistribusikannya,” terang Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karawang Banuara Nadeak. (raden bagja mulyana) |