VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.008875.00
SGD7214.907199.90
AUD9770.109467.10
JPY120.46115.93
3-Feb-2012 / 11:44 WIB

 
Band Naif dalam Komik PDF Print
Tuesday, 16 March 2010

APA jadinya jika band Naif masuk ke dalam sebuah gambar pada komik. Hal itu hanya bisa dilihat melalui komik karya Pepeng Naif yang berjudul Petualangan Naif dan Mesin Waktu yang dipublikasikan kemarin siang di Jakarta.

Dalam komik ini, Naif digambarkan sebagai musisi yang mengenal masa lalu dan masa depan.Ceritanya memang menggambarkan imajinasi yang sangat tinggi.Tapi jangan salah,banyak pengetahuan yang bisa didapat. Seperti ketika banyak orang hanya mengenal Patung Pancoran.Padahal, nama patung tersebut adalah Monumen Patung Dirgantara.

Penggambaran yang ditorehkan Pepeng pun tidak asal coret saja, tapi ada pemikiran yang mendalam. Sebelum menggambar, dia bersama tim melakukan observasi untuk mengetahui sebuah cerita yang ingin dibuatnya. Misalnya ketika menggambarkan setting Kota Jakarta pada tahun 1970, maka Pepeng akan mencari tahu Jakarta pada tahun itu, baik bangunannya atau lokasilokasi yang berkaitan dengan ide cerita itu sendiri. ”Dari kecil itu saya suka menggambar.

Pertama, saya suka melihat komik dan komik favorit saya itu Tin-Tin.Ternyata komik ini bukan komik biasa, tapi banyak pengetahuan yang bisa diambil. Tin- Tin ini cerita petualangan, tapi gambarnya itu benar-benar detail. Seperti menggambarkan negara Turki atau kota-kota lain di negara berbeda,”ungkap Pepeng.

Pemilihan band Naif menjadi tokoh utama dalam komik, lantaran penabuh drum band Naif ini melihat karakter teman-teman seprofesinya tersebut memiliki karakter yang unik dan menarik sehingga jika digambarkan dalam komik menjadi lebih mudah. ”Saya hanya mengambil sedikit karakter mereka.

Tidak semuanya benar, tapi intinya tetap ada. Saya bersyukur bisa mengenal teman- teman ini.Band ini sangat fun banget. Comical, enggak jaim.Kami apa adanya saja,” ungkap Pepeng. Sebetulnya, sejak lulus SMA, Pepeng melanjutkan studi ke Institut Kesenian Jakarta (IKJ) untuk mendalami kemampuannya menggambar, tapi dia bertemu dengan David, Emil, dan Jarwo. Empat orang ini lalu membentuk band Naif. ”Jadi, sampai sekarang kebawa.

Beruntung teman-teman mendukung karier saya. Sampai akhirnya saya bisa buat komik ini, sebuah komik yang menceritakan tentang band kami juga,” paparnya. Rencananya, komik Petualangan Naif dan Mesin Waktu ini menjadi sebuah komik serial.Untuk sekarang sudah ada 5 seri. Jika masyarakat merespons bagus, dia akan mengembangkan kemampuannya, tentunya di sela-sela kesibukannya bermusik. Soal target,Pepeng tidak ingin terlalu muluk-muluk.

Menurutnya, ketika ia membuat komik ini, hal itu lebih disebabkan idealismenya dan melihat potensi manusia Indonesia yang memiliki kemampuan untuk berkarya. ”Saya gregetan melihat anakanak Indonesia yang banyak dicekokin barang-barang luar negeri. Kehadiran komik ini memberi semangat teman-teman yang ingin berkreasi dan berkarya,”ujarnya.(tedy achmad)