|
||||||||||||||||||
| Aneka Rupa Rumah Miliarder |
|
|
| Monday, 15 March 2010 | |
|
MILIARDER identik dengan rumah mewah, pesawat pribadi, dan fasilitas
nomor satu.Tapi, jangan berpikir demikian jika bicara mengenai rumah
yang dimiliki Warren Buffett.
Investor yang melegenda itu tinggal di rumah sederhana meski memiliki kekayaan senilai USD47 miliar (Rp432,4 triliun) Pria terkaya ketiga di dunia itu tinggal di sebuah rumah yang dibeli pada 1958 seharga USD31.500 (Rp289,8 juta). Rumahnya yang terletak di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat, itu berwarna abu-abu dan memiliki lima tempat tidur. Kesederhanaan tersebut sejalan dengan filosofi Buffet dalam berinvestasi. “Jika Anda tidak merasa nyaman memiliki sesuatu selama 10 tahun, jangan miliki itu hanya 10 menit,” ujarnya seperti dikutip dari Forbes. Beberapa miliarder memang dikenal sederhana dan hidup hemat. Di saat masa-masa sulit, kesederhanaan merupakan contoh positif dari orang-orang superkaya. Tidak demikian halnya dengan miliarder komputer Michael Dell. Rumah Dell berdiri megah di Austin,Texas. Dia tinggal di sebuah rumah yang dibangun pada 1997. Oleh penduduk lokal, rumah tersebut disebut istana karena tingginya tembok pembatas dan pengamanan yang ketat di perumahan seluas 81.000 meter persegi. Hal yang lebih spektakuler di wujudkan Mukesh Ambani,miliarder baja kelahiran India yang tinggal di Inggris. Kini Ambani sedang membangun sebuah gedung pencakar langit berlantai 27 di Mumbai. Rencananya bangunan tersebut akan memecahkan rekor sebagai rumah paling mahal di seluruh dunia. Di Inggris, miliarder berlian berkewarganegaraan Israel dan Rusia,Lev Leviev,memiliki sebuah rumah mewah dinamai Palladio. Dia membeli rumah tersebut senilai USD65 juta (Rp598 miliar) pada Januari 2008.Tempat tinggalnya itu memiliki pintu antipeluru, kamar mandi berlapis emas, dan bioskop di dalam rumah. Belum cukup, ada juga salon dan tempat perawatan tubuh sebagai tempat relaksasi. Fasilitas penuh kenikmatan juga identik dengan rumah miliarder seperti yang dimiliki pengusaha baja Lakshmi Mittal. Mittal sangat paham,demi mengadakan fasilitas layaknya surga, harus mengeluarkan banyak uang. Pada 2004 dia merogoh kocek sebanyak USD124 juta (Rp1,14 triliun) untuk membeli rumah dengan 12 kamar tidur yang terletak di kawasan perumahan mewah Kensington, London. Rumah tersebut dilengkapi dengan kamar mandi mewah ala Turki dan garasi yang mampu menampung 20 mobil. Sementara CEO Oracle Larry Ellison memiliki rumah yang berada di sisi Samudera Atlantik. Ellison membangun kawasan seluas 93.000 meter persegi dengan 10 bangunan bergaya Jepang di Woodside, California,AS. Tapi, dia tidak berhenti sampai di situ semata. Tahun-tahun ini Ellison menghabiskan sekitar USD200 juta (Rp1,84 triliun) untuk membangun puluhan perumahan komersial yang berada dalam satu kompleks dekat Pantai Malibu,California. Lain Ellison, lain pula Bill Gates.Rumahnya seluas 6.131 meter persegi terletak di Medina, Washington. Jika ingin memasuki rumah Gates, para tamu memiliki pilihan, mendaki 84 anak tangga untuk menuju lantai dasar atau naik elevator. Beberapa miliarder lain, seperti sutradara Star Wars George Lucas, membangun rumah mewah untuk tempat tinggal maupun bekerja. Lucas memiliki lahan seluas 20.000 meter persegi di wilayah Marin, California. Rumah pribadinya memiliki regu pemadam kebakaran sendiri. Melihat bintang adalah norma utama yang harus dilakukan di rumah tersebut. Pada 2008 Tom Hanks merekam efek suara untuk film Cast Away sementara Sean Penn berkunjung ke tempat tersebut sebelum merilis Into the Wild pada 2007. Memorabilia Hollywood seperti tongkat Charlie Chaplin, alat-alat yang digunakan oleh Rudolph Valentino dan Holy Grail pada Indiana Jones juga ditemukan di rumah utama. Tentunya, tidak ada rumah miliarder yang mampu bersaing dengan raja properti, Donald Trump. Apartemen Penthouse di Trump Tower Manhattan memiliki lantai yang bertahtakan emas dan marmer yang didesain oleh putra kelima Trump,Barron. Lantai tersebut didekorasi karena terinspirasi Louis XIV. Meski mengakui mahal,Trump mungkin berkata bahwa faktor terbaik dari apartemennya adalah lokasi. Pasalnya, dia dapat menggunakan lift untuk pergi ke kantornya di gedung yang sama. Dia merasakan kemewahan sebenarnya dari seorang miliarder, yaitu rumah mewah dan dekat dengan tempat kerja.(Forbes/andika hm) |