|
Monday, 15 March 2010 |
SAKHIR (SI) – Tim Principal McLaren Martin Whitmarsh ingin kebijakan
baru FIA ditinjau ulang. Dia merasa peraturan baru, yakni sekali masuk
pitstop tanpa mengisi bahan bakar dinilai kurang bagus untuk
pertunjukan ajang balap jet darat tersebut.
Menurut Whitmarsh, regulasi baru FIA yang melarang pembalap masuk dua kali pitstop dinilai kurang gereget. Itu terbukti ketika 24 pembalap dari 12 tim menjalani seri perdana F1 di Bahrain GP, Minggu (14/3). Karena itu, Whitmarsh ingin kebijakan baru tersebut ditinjau ulang agar pertunjukan F1 tidak membosankan.
”Kami satu dari tiga tim yang mengharapkan balapan dengan dua pitstop. Sistem ini akan membuat persaingan antarpembalap lebih sengit,” ungkap Whitmarsh. Pemberlakuan dua pitstop juga untuk mengatasi kendala ban yang dinilainya kurang memadai jika dipaksakan dipakai dalam 20 lap.
Jika peraturan itu tak dapat berubah, dia berharap Bridgestone selaku suppliertunggal mampu menjawab tantangan itu. ”Kami berharap mereka segera menyelesaikan masalah itu. Sebab, jenis ban yang hanya satu akan menjadi kendala kami dalam menjalani balapan musim ini,” cetus Whitmarsh seperti dikutip Autosport.com.
Peraturan baru juga dikeluhkan sang legendaris Michael ‘Schumi’ Schumacher. Pembalap asal Jerman itu tak menepis jika balapan itu terasa membosankan. Schumi juga melihat tak ada lagi persaingan ketat dengan penerapan peraturan baru tersebut. Terbukti, terlihat jelas ketika dia start mulai grid ketujuh dan finis keenam setelah melewati Mark Webber. Padahal, jika ada dua kali pitstop, semua tim akan berlomba mengatur siasat menjadi yang terbaik. (edi yuli)
|