|
Ribuan Ogoh-ogoh Sambut Nyepi di Bali |
|
|
|
Monday, 15 March 2010 |
DENPASAR (SI) – Umat Hindu di Bali mempersiapkan berbagai kegiatan
untuk menyambut Hari Raya Nyepi (Tahun Baru Saka 1932) yang jatuh pada
Selasa (16/3) besok.
Salah satunya dengan membuat ribuan ogoh-ogoh atau patung raksasa. Pawai ogoh-ogoh tahun ini bakal berlangsung meriah karena dilombakan pemerintah. Berbeda dengan tahun lalu, di mana pawai dilarang karena bertepatan dengan masa kampanye Pilpres 2009. Ribuan ogoh-ogoh itu akan diarak di sepanjang jalan sejak sore hingga malam sebelum Hari Raya Nyepi atau malam Pengerupukan.
Kepala Poltabes Denpasar Kombes Pol Gde Alit Widana menyatakan, pihaknya akan mengerahkan sedikitnya 1.000 personel guna mengamankan arak-arakan ogoh-ogoh.Hal ini dilakukan mengingat pada tahun-tahun sebelumnya pawai patung raksasa itu selalu menimbulkan gesekan. “Kami akan antisipasi hal itu muncul kembali,”ujarnya kemarin. Sehari sebelumnya, umat Hindu telah melangsungkan upacara Melasti dengan memadati berbagai pantai di Bali.
Perayaan Melasti tahun ini sangat meriah karena bertepatan dengan hari raya Tumpek Landep. “Ritual Melasti bertujuan menyucikan diri sebelum umat Hindu melakukan prosesi Nyepi. Prosesi itu amati geni (tidak menyalakan cahaya), amati karya (tidak beraktivitas), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak mendengarkan hiburan),” papar Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia Bali I Gusti Ngurah Sudiana.
Puncak Nyepi akan dimulai Selasa (16/3) pukul 06.00 Wita hingga Rabu (17/3) pukul 06.00 Wita. Selama Nyepi berlangsung, seluruh pintu masuk ke Bali, seperti bandara dan pelabuhan ditutup 24 jam penuh. “Kami hanya melayani technical landing dan emergency landing. Hanya setelah mendarat awak pesawat dan penumpang tidak diperbolehkan keluar dari kawasan bandara,” ujar General Manager PT Persero Angkasa Pura I Ngurah Rai Heru Legowo. (miftachul chusna)
|