VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.00 8875.00
SGD7185.82 7170.82 
AUD9810.20 9506.20 
JPY118.25 113.83 
10-Feb-2012 / 11:40 WIB

 
Nova/Lilyana Terganjal China PDF Print
Monday, 15 March 2010
ImageGAGAL, Nova Widianto/Lilyana Natsir gagal meraih gelar juara ganda campuran All England 2010 setelah kalah dari pasangan China Zhang Nan/Zhao Yunlei di Birmingham, tadi malam.

JAKARTA (SI) – Ganda campuran Nova Widianto/Lilyana Natsir gagal mewujudkan ambisi merebut gelar All England Super Series 2010.Mereka kalah dari pasangan China Zhang Nan/Zhao Yunlei 18- 21, 25-23, 18-21 pada final di National Indoor Arena, Birmingham, Inggris,tadi malam. Kekalahan itu tak hanya memupus impian mereka meraih gelar pertama dari turnamen bergengsi tersebut.

Tapi juga membuat Nova/Lilyana gagal menyamai prestasi Christian Hadinata/ Imelda Wiguna yang merebut gelar All England, 31 tahun silam. Kegagalan itu pun seharusnya menjadi bahan evaluasi PB PBSI, terutama Pelatnas Cipayung. Sebab, Nova/Lilyana yang notabene unggulan kedua dan diharapkan mampu memboyong gelar juara, malah dikalahkan pasangan muda yang sama sekali tak diunggulkan di ajang berhadiah USD200.000 tersebut.

Dari momen itu, ada dua hal yang patut dimaknai PBSI. Pertama, perlunya regenerasi di tubuh bulu tangkis Indonesia. Sebab, bagaimanapun, pasangan Nova/- Lilyana tersebut adalah pebulu tangkis veteran. Kedua, Indonesia juga tampaknya perlu belajar banyak dari sistem regenerasi China yang nyaris sempurna.

Salah satu buktinya adalah lahirnya pasangan muda bertalenta, seperti Zhang/Zhao yang menjadi juara All England. Pelatih ganda campuran Richard Mainaky mengatakan, pihaknya sebenarnya telah berupaya keras melakukan perbaikan dan regenerasi. Dia sempat menyimpan Nova dan menggantinya dengan pemain muda, seperti Muhammad Rijal untuk dipasangkan dengan Lilyana.

Namun,kekuatan Nova/Lilyana dinilai masih lebih baik dari Rijal/Lilyana sehingga formasi pemain dikembalikan seperti semula. ”Strategi itu sudah kami lakukan. Namun, Nova/Lilyana sudah klop. Sementara kegagalan tadi (kemarin) itu lebih disebabkan faktor lawan memang tangguh. Apalagi,mereka punya penempatan bola dan kecepatan luar biasa,” ujar Richard kemarin.

Meski begitu, Richard tetap puas dengan performa Nova/Lilyana di Birmingham. Sebagai pasangan veteran,mereka dinilai masih mampu menyaingi permainan cepat Zhang/Zhao yang merupakan hasil regenerasi bagus China. Di sisi lain, Butet –sapaan Lilyana– mengaku lawan yang dihadapinya di final memang tampil sangat taktis. Mereka kompak menutupi kekurangan satu dengan lainnya.

”Kami sulit mengatasi semangat muda mereka. Dan, dengan kecepatan yang dimiliki, mereka layak meraih gelar tersebut,” tandas Butet. Butet juga tak ingin terlalu sedih karena gagal memecahkan prestasi miskin gelar pebulu tangkis Indonesia di nomor ganda campuran.

Dia bertekad akan memberikan hasil terbaik itu tahun depan jika masih mendapat kesempatan. Selain itu, Butet juga memilih fokus ke persiapannya membela Indonesia di ajang Piala Uber,9–16 Mei mendatang. Sebab, dia sangat ingin membawa Merah Putih merebut gelar prestisius tersebut. (edi yuli)