|
||||||||||||||||||
| Persib vs Arema,Layaknya Partai Final |
|
|
| Sunday, 14 March 2010 | |
|
BANDUNG (SI) – Jauh sebelum laga melawan Arema Indonesia, Manajer
Persib Bandung menyebut, bentrok melawan Singo Edan adalah layaknya
partai final buat Maung Bandung.
Final,karena dari laga ini bisa dilihat apakah Maung Bandung pantas bersaing dengan Arema diperebutan gelar juara. Atau justru harus mengibarkan bendera putih sebelum kompetisi sepenuhnya berakhir. “Saya melihat laga tersebut seperti laga final. Disitu kita lihat siapa yang layak jadi juara. Siapapun yang menang, semua publik sepak bola bisa melihatnya sebagai tim yang pantas jadi juara,” ungkap Umuh ketika itu. Menurut Umuh, jika tim kebanggaan Bobotoh sampai kalah maka peluang juara akan tertutup bagi Persib. Sebaliknya,jika bisa memenangkan duel tersebut,berarti, peluangjuaramenjadisangat lebar.Nanti bertempat di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Maman Abdurahman dkk dituntut merealisasikan ambisi tiga angka. Jika sampai kalah, dikhawatirkan Bobotoh, konsorsium bahkan manajemen mulai ragu akan kans juara di musim ini. Arsitek Persib Jaya Hartono mengerti betul keadaan ini. Sisa waktu dua hari jeda, dan absennya Christian Rene Martinez diharapkan bukan masalah besar. “Soal strategi ini kan harus dilakukan melihat situasi,”kata Jaya. Sedikit membuka rahasia, Jaya hanya mengatakan,permainan timnya dijamin lebih baik lagi . Gaya Maung Bandungdengan satu dua sentuhan akan kembali dihadirkan. Tentu dengan catatan lapangan dalam kondisi normal. Kemungkinan bereksperimen sepertisaatmelawanBontangFC,Jaya juga enggan berspekulasi.“Ekperimen, dilihat saja nanti.Yang jelas, saat melawan Bontang FC ternyata cukup berhasil,”tambah Jaya. Mantan arsitek Deltras Sidoarjo ini menilai,kalau yang ada diwaspadai dari Singo Edan adalah Noh Alam Syah dkk motivasi memenangkan laga demi laga. Rekor menang laga tandang Arema terbilang baik. “Makanya, saya minta para pemain waspada terhadap serangan lawan. Mereka harus kawal ketat semua pemain Arema yang bergerak ke arah pertahanan kita,”jelasnya. Sebagai antisipasi Jaya meminta pemainnya tetap menjaga konsentrasi. Gol-gol cepat pada babak awal harus dihindari.Kesalahan fatal saat melawan Bontang FC dijadikan pelajar berharga bagi timnya. Sebab, jika sudah tertinggal, maka sulit untuk mengejar serangan Singo Edan dengan para pemain mudanya tersebut. Sementara pelatih Arema Robert Rene Albert menilai, Persib adalah tim tangguh.Pada putaran pertama saja,timnya harus berbagi angka dengan hasil seri di kandang sendiri. Apalagi,ditambah kejutan luar biasa saat menekuk Bontang, menjadikannya catatan tersendiri. “Mereka punya banyak pemain bintang. Kita harus waspada serangan dari sayap Persib,”ujarnya. Pelatih asal Belanda ini menambahkan, rekor lawan yang tidak pernah kalah di kandang menjadi motivasi. Karena itu, kebangkitan Persib pun menjadi kewaspadaan timnya. (raka zaipul) |