|
||||||||||||||||||
| 4 Juta Kata Persib di Mesin Pencari |
|
|
| Sunday, 14 March 2010 | |
|
SUDAH lima tahun lebih saya tidak pernah berinteraksi langsung dari
dekat dengan Persib Bandung. Namun, pengalaman dua tahun menjadi
wartawan peliput Persib Bandung membuat ikatan emosional tetap melekat.
Sensasi yang saya rasakan masih seperti dulu, ada keriangan bila menyaksikan Persib meraih kemenangan dan rasa tak terima jika kalah. Bahkan, ada rasa malu bila penampilan yang ditunjukkan skuad Persib jelek. Apalagi jika anak saya bertanya,“ Kok tim jagoan Ayah kalah sih.” Atau teman-teman di kantor dengan nada bergurau bertanya, “Bagaimana nih Persib, katanya mau juara, kok kalah.” ********** Sekadar iseng,saya coba menuliskan nama Persib di mesin pencari (search engine) Google.
Setelah di-enter,saya mendapatkan sekitar 4.410.000 hasil untuk penelusuran nama Persib. Ketika saya ketik Persib Bandung, ada sekitar 770.000 hasil penelusuran. Saya pun coba mengetik sepuluh tim papan atas Liga Super, mulai dari Arema Indonesia sampai PSPS Pekanbaru. Hasilnya pencarian sebagai berikut,Arema Indonesia 583.000 hasil pencarian, Persiba Balikpapan (144.000),Persipura Jayapura (154.000), Persija Jakarta (382.000), Persema Malang (130.000),Sriwijaya FC (369.000), Persiwa Wamena (98.300),Persijap Jepara (93.500),dan PSPS Pekanbaru (137.000). Dibandingkan tim papan atas Liga Super,Persib jauh lebih terkenal di dunia maya. Bahkan,Persib lebih terkenal dibandingkan tim legendaris lainnya, seperti Persebaya Surabaya (223.000), PSMS Medan (195.000), PSM Makassar (244.000). Tak hanya itu, popularitas Persib di dunia maya mampu melampaui Timnas Indonesia (606.000). Termasuk ketika saya ketik PSSI Timnas (1.090.000) dan PSSI (1.140.000). Dalam hati pun saya berkata, wah bangga juga nih jadi bobotoh Maung Bandung. Ketenaran nama Persib di dunia maya hanya kalah oleh tim-tim Eropa,seperti AC Milan, Real Madrid,dan Manchester United. Hal itu pun sepertinya sesuai dalam catatan sejarah Persib dalam dunia nyata. Dalam catatan seorang narablog (blogger) penggemar Persib, tim berjuluk Maung Bandung dalam kurun waktu 1973-1995 pernah melakukan 41 laga persahabatan internasional. Ada AC Milan,PSV Eindhoven, Sao Paulo Timnas Jerman Timur, dan Korea Selatan. Di kompetisi dalam negeri, Persib punya catatan prestasi emas. Pada era kompetisi Perserikatan, Maung Bandung lima kali meraih gelar juara (1937, 1961, 1986, 1990, dan 1994) serta delapan kali menjadi runner-up. Pascaera Perserikatan, Persib menjadi juara dalam Liga Indonesia ketika pertama kali digelar pada musim 1994/1995, setelah mengalahkan Petrokimia Putra 1-0, melalui gol Sutiono Lamso pada menit ke-76. ********* Saat ini, Persib di era Pelatih Jaya Hartono memiliki skuad yang tak perlu diragukan kemampuannya. Perpaduan pemain lokal dan asing, semua mempunyai reputasi yang baik.Soal dana pun, rasanya Persib tak banyak mengalami kesulitan. Di klasemen sementara pun Persib berada di posisi 4 besar.Wajar, bila Persib begitu diperhitungkan di kancah sepak bola Indonesia. Hanya satu yang masih kurang dari Maung Bandung saat ini,yaitu prestasi. Pada usia Persib ke-77, saya hanya ingin menuliskan bahwa Persib memiliki segalanya.Kisah sukses masa lalu, popularitas, potensi kekuatan saat ini,dan tak ketinggalan dukungan fanatisme bobotoh yang memimpikan Persib menjadi juara. Jadi saya –mungkin juga bobotoh lain, bahkan pemain- ketika ditanya mengapa memilih dan mendukung Persib? Kami punya jawaban pasti,Persib adalah tim juara. Bukan hanya karena alasan sebagai tim legendaris dengan berbagai kisah sukses, bukan karena timnya bertabur, bukan pula karena ikatan emosional dan fanatisme, tapi karena prestasi yang ditorehkan. Selamat ulang tahun Persib, sukses Maung Bandung.(*) Wasis Wibowo, Wartawan Harian Seputar Indonesia |