VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.00 8875.00
SGD7185.82 7170.82 
AUD9810.20 9506.20 
JPY118.25 113.83 
10-Feb-2012 / 11:40 WIB

 
Komposisi Pimpinan Harus Seimbang PDF Print
Sunday, 14 March 2010
JAKARTA (SI) – Muktamar Muhammadiyah pada Juli 2010 diharapkan memberikan kesempatan bagi tokoh muda untuk tampil dalam bursa pemilihan ketua umum pimpinan pusat.

Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengatakan,tokoh muda dan senior harus seimbang dalam komposisi kepemimpinan Muhammadiyah yang bersifat kolektif kolegial.“Saya berharap nanti komposisinya 60% tokoh muda dan 40% senior,” katanya kepada harian Seputar Indonesiadi Jakarta kemarin.

Menurut dia, ada empat kecenderungan tema yang akan diusung dalam Muktamar Muhammadiyah. Pertama,mengembalikan Muhammadiyah ke track organisasi dakwah amar makruf nahi mungkar. Kedua,tetap menjaga Muhammadiyah agar netral dalam politik dengan mengedepankan civil society.Ketiga, melakukan kaderisasi kepemimpinan di Muhammadiyah dengan menampilkan tokoh muda baik dari pengurus Muhammadiyah tingkat pusat maupun daerah.

Keempat, mempertahankan peran utama Muhammadiyah dalam bidang dakwah. Dia mengakui selama ini tokoh muda jarang tampil dalam bursa Ketua Umum PP Muhammadiyah. “Memang masih ada budaya paternalistik di Muhammadiyah, jadinya yang tampil itu itu saja,” kata Direktur Eksekutif CDCC itu.

Meski begitu,dia menegaskan, jabatan Ketua Umum PP Muhammadiyah bukan segala-galanya karena sifat kepemimpinannya kolektif kolegial. Terkait rencana Amien Rais ikut dalam bursa ketua umum, Mu’ti mengungkapkan, Amien memenuhi syarat karena didukung anggota Tanwir. Ditanya apakah ada kekhawatiran kehadiran Amien akan memengaruhi independensi, Mu’ti tidak menampik. Kalau ada anggapan seperti itu, bisa dipahami karena Amien selama ini telah berkiprah aktif (di) PAN.

“Anggapan itu bisa dipahami,”katanya. Namun, dia menegaskan, Muhammadiyah tidak akan bisa digiring untuk menjadi kekuatan partai politik sebab Muhammadiyah adalah organisasi dakwah sosial yang tidak bergerak dalam politik praktis. “Politik Muhammadiyah adalah politik kebangsaan,” katanya. Di tempat terpisah,Ketua MPP Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais terus menggencarkan roadshow-nya ke sejumlah daerah.

Kemarin Amien menghadiri pengajian akbar Menyongsong Muktamar Satu Abad Muhammadiyah di Desa Merden,Kecamatan Purwanegara, Banjarnegara, Jawa Tengah. Dia didampingi Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PAN Taufik Kurniawan,yang juga Wakil Ketua DPR. Pada kesempatan tersebut, Amien menyatakan PAN tetap konsisten dengan pandangan awalnya terkait kasus Bank Century.

Dia menegaskan,pendapat Fraksi PAN pada awal dan akhir tetap sama dengan pendapat mayoritas. Menurut dia, kemungkinan Fraksi PAN memilih opsi A disebabkan Ketua Umum DPP PAN Hatta Rajasa merangkap juga sebagai menteri koordinator perekonomian dan dekat dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Sebagai orang Melayu mungkin memiliki perasaan tidak enak. Mungkin kalau saya sebagai Hatta Rajasa, mungkin saya tidak begitu tegar melawan atasan saya,”katanya. (adam prawira/ant)