|
||||||||||||||||||
| Kemenangan Bisa Diraih dengan Persiapan Lebih Awal |
|
|
| Sunday, 14 March 2010 | |
|
Meski empat tahun lagi,Partai Golkar sudah mempersiapkan diri
menyongsong Pemilu 2014.Sebagai partai yang matang,Golkar meyakini
bahwa kemenangan bisa diraih dengan persiapan lebih awal. KETUA DPP Partai Golkar Bidang Kaderisasi Hafiz Zawawi menguraikan sebuah cerita kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie. Hal itu disampaikan Hafiz saat memberikan laporan pelaksanaan Diklat Penyegaran Kader Penggerak Partai Golkar Tingkat Pusat gelombang ketiga di Hotel Borobudur, Jakarta, kemarin.
Sebelum diklat digelar, Hafiz yang berasal dari Sumatera Selatan itu sempat berbincang dengan Tantowi Yahya dalam bahasa Palembang. “Mengapa kita harus ikut diklat-diklat seperti ini? Ini sudah tidak zamannya lagi.Ini pembodohan, dan kita ini orang-orang yang pandai,”kata Hafiz menirukan Tantowi yang kini duduk di Komisi I (pertahanan, komunikasi, dan luar negeri) DPR. Hafiz mengaku tidak menjawab pertanyaan itu. Dia hanya meminta Tantowi untuk menghadiri diklat itu. Saat paripurna DPR terkait kasus Bank Century yang diakhiri dengan kemenangan voting opsi C, yaitu kebijakan dan pelaksanaan bailout Bank Century melanggar aturan, Tantowi jadi sosok yang penting. Presenter terkenal itu menyanyikan Mars Golkar yang kemudian diikuti lagu-lagu nasional. Berkat itu pula, suasana heroik muncul di ruang paripurna dan para pendukung opsi C solid dan yakin dengan pilihannya.“Setelah itu,Tantowi menelepon saya. Dia bilang,diklat yang dihadirinya luar biasa.Diklat itu membuat dia yakin dengan ideologi Golkar dan mengaku militansinya sebagai kader makin besar. Saya hanya menjawab, itu mengapa saya meminta kamu untuk ikut diklat,” cerita Hafiz yang juga Ketua Panitia Pelaksana Diklat Penyegaran Kader Penggerak Partai Tingkat Nasional DPP Partai Golkar ini disambut tepuk tangan hadirin. Menurut dia, Golkar memang sudah mulai melakukan diklat terhadap para kadernya.Diklat itu dalam bentuk ceramah di dalam kelas dan outbond.Materinya mulai pengenalan kembali ideologi partai, kepemimpinan, otokritik terhadap partai,sampai tantangan ke depan. Diklat ini tidak hanya dilakukan di tingkat pusat, tetapi juga akan dilakukan terus sampai tingkat desa.“Ini bagian dari program kaderisasi nasional. Program ini bertujuan untuk merekrut kader-kader baru Partai Golkar. Dalam empat tahun kita harus mendapatkan 20 juta kader baru. Jumlah yang besar tentunya,” katanya. Sejak Musyawarah Nasional Oktober tahun lalu, Golkar langsung bekerja. Mereka melakukan rapat kerja pada Februari di mana program kerja partai dibuat dan dibagi. Selain pembagian kerja, Golkar juga menargetkan meraih 50% kemenangan dalam pemilihan kepala daerah. Sebagai partai yang matang,Golkar paham bahwa kemenangan bisa diraih dengan persiapan yang lebih awal. Langkah Golkar ini tampaknya belum diikuti partai lain. Partai Amanat Nasional (PAN) yang menggelar akhir tahun lalu belum menunjukkan persiapan berarti menuju Pemilu 2014. Setelah Ketua Umum PAN Hatta Rajasa mengumumkan susunan pengurus pada Januari lalu, belum tampak lagi ada gerakan berarti. PAN malah disibukkan dengan rencana Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) Amien Rais maju menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah. Namun, anggapan itu ditepis petinggi PAN.“Siapa bilang PAN tidak bergerak. Kami sudah bergerak. Fokus kami sekarang ini pergantian pengurus hingga tingkat kecamatan. Kami menargetkan, pergantian itu selesai Desember 2010 nanti. Kalau ada daerah belum selesai,DPP Pusat yang akan ambil alih,” kata Ketua DPP PAN Viva Yoga Mauladi. Viva mengungkapkan, proses kaderisasi di PAN sudah terlembaga. Sudah ada program dan kurikulumnya sehingga proses kaderisasi ini pasti akan dilakukan,tinggal menunggu waktunya saja.PAN menargetkanpada2013bisamendapatkan kader baru hingga 5 juta orang. (helmi firdaus) |