|
||||||||||||||||||
| DPRD Surati Pemkab Ciamis |
|
|
| Saturday, 13 March 2010 | |
|
CIAMIS(SI) – DPRD Kabupaten Ciamis melayangkan surat kepada Pemerintah
Kabupaten (Pemkab) Ciamis.Mereka mendesak penyaluran dana bantuan untuk
korban gempa segera dicairkan. Menurut Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ciamis Didi Sukardi, pihaknya sudah melayangkan surat permohonan kepada Bupati Ciamis untuk segera mencairkan dana bantuan bagi korban gempa.Apalagi, mengingat proses validasi dan pendataan ulang sudah selesai dilakukan.“
Pengiriman surat itu dilakukan berdasarkan hasil keputusan rapat antara Komisi IV DPRD Ciamis dengan Badan Pennanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang juga dihadiri Dinas Keuangan (Diskeu),”kata Didi. Dia menyebutkan, pengiriman surat itu dilakukan dengan tidak mengurangi kewenangan bupati. Pihaknya memohon dana bantuan segera dicairkan selambat- lambatnya pekan ini. “Dengan pencairan anggaran itu, diharapkan bisa menepis anggapan sebagian masyarakat yang menduga dana itu sengaja diendapkan,”ucapnya. Koordinator Pokmas Ciamis Indra Maulana menyebutkan, berdasarkan hasil inventarisasi yang dilakukan masing-masing fasilitator, hampir semua persyaratan pencairan dana bantuan korban gempa 2 September 2009 lalu sudah tidak ada masalah. “Dari 157 pokmas yang di bawah pendampingan kami, semua sudah menyelesaikan persyaratan. Saat ini tinggal pencairan saja,” kata Indra. Dia menambahkan, sejumlah persyaratan yang sudah dipenuhi terdiri dari SK pembentukan pokmas, data pokmas, kwitansi pencairan, dan rencana penggunaan dana. “Keempat syarat utama pencairan dana bencana itu sudah berlangsung sejak dua pekan lalu. Sampai saat ini, kami masih menunggu pelaksanaan pencairan karena tahapan sudah selesai,” pungkasnya. Ketua Pokmas Mekarjaya, Desa Mekarjaya, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Eli Suherli menambahkan, mengingat semua persyaratan sudah selesai dilengkapi, atas desakan korban bencana, pihaknya sempat mempertanyakan realisasi pencairan dana bencana kepada BPBD dan dinas keuangan. “Namun saat kami tanyakan, kedua instansi itu tidak bisa menjawabnya,” kata Eli. Menurut dia, berdasarkan informasi yang diterima, dana bantuan yang sudah ada untuk Kecamatan Baregbeg sebesar Rp6,1 miliar.Pada tahap pertama,untuk kelompok yang dia pimpin, hanya empat dari 20 anggota yang menerima bantuan. “Tetapi, saya tidak bisa menjawab pertanyaan dari anggota yang menanyakan apakah dana tersebut didepositokan hingga harus menunggu jatuh tempo. Saya bilang tidak tahu,” kata Eli. Eli berharap,dana bantuan segera diberikan kepada korban bencana karena mereka sudah sangat membutuhkan. “Kami juga mendengar dana bantuan terlebih dahulu akan ditransfer ke rekening pokmas. Dengan mekanisme seperti itu, kami khawatir muncul kecurigaan dari anggota. Karena itu, jika sudah ada langsung diberikan saja kepada mereka yang berhak,” pungkasnya. (ujang marmuksinudin) |