|
||||||||||||||||||
| AC Milan Tak Akan Pernah Dilupakan |
|
|
| Saturday, 13 March 2010 | |
|
ADA satu pertandingan uji coba internasional Persib Bandung yang tidak
akan pernah dilupakan bukan saja oleh Bobotoh,tapi juga pencinta sepak
bola Indonesia.
Laga itu adalah saat Maung Bandung menjamu AC Milan di Stadion Gelora Utama Bung Karno (SGBK). Milan memang tidak membawa susunan pemain terbaiknya seperti Marco van Basten (cedera),Franco Baresi, Paolo Maldini, dan Frank Rijkaard yang tengah fokus bersama timnas negara masing-masing. Namun, partai menghadapi IRossoneri, 4 Juni 1994,mungkin jadi laga persahabatan paling dikenang Bobotoh sepanjang sejarah perjalanan Maung Bandung. Kehadiran anggota Milan lain seperti Dejan Savicevic, Stefano Eranio, Sebastiano Rossi, dan pemain termahal dunia kala itu, Gianluigi Lentini, tetap jadi daya tarik puluhan ribu Bobotoh dan publik sepak bola nasional yang hadir langsung di SGBK. Bagi pemain Persib,pertandingan kontra Milan seolah jadi bagian cerita perjalanan yang tak akan habis dibahas dan diceritakan. “Meski kalah,kami tetap akan mengenangnya,” kata Robby Darwis, yang masih menyimpan kostum milik Fillipo Galli sebagai kenang-kenangan laga Persib versus Milan. Tapi,tak semua Bobotoh mengetahui jika Maung Bandungsebenarnya sempat melakoni laga internasional yang nilai historisnya sebenarnya tak kalah dibandingkan uji coba melawan Milan. Pertengahan tahun 1970-an,Persib pernah melakoni laga persahabatan melawan klub papan atas Brasil Sao Paolo FC. Juaraduniaantarklubduakaliitu pernah dijajal Maung Bandung dalam sebuah laga persahabatan di Stadion Siliwangi,Bandung,14 Oktober 1976.MaungBandungmemangkalah 0-4 lewat gol Carlos Carrasco padamenit 35,Elloy (72),serta Carlos Alberto (73 dan 85). Tapi,laga tersebut tetap harus dikenang dan dimasukkan sejarah penting Persib. Dalam rentang era 1970-an hingga 1980-an Persib tergolong cukup sering menjalani laga persahabatan melawan klub-klub Brasil.Selain Sao Paolo, klub Brasil lainnya yang pernah menjajal Persib adalah Juventude di sebuah turnamen persahabatan di Medan. Lebih istimewanya, Maung Bandung sukses menghajar Juventude dengan skor 2-1 di Stadion Teladan,Medan,14 Juli 1987. Publik sepak bola Bandung juga kedatangan tamu istimewa dari Negeri Kincir Angin Belanda.Adalah PSV Eindhoven yang kala itu masih diperkuatikonsepakbolaBelgiaEric Gerets dan Ruud Gullit menyambangi Kota Kembang, tepatnya 11 Juni 1987. Persib harus mengakui ketangguhan PSV di bawah asuhan Guus Hiddink, setelah enam gol bersarang ke gawang Wawan Hermawan yang bergantian dengan Erick Ibrahim. (mohamad taufik) |