VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.00 8875.00
SGD7185.82 7170.82 
AUD9810.20 9506.20 
JPY118.25 113.83 
10-Feb-2012 / 11:40 WIB

 
Penelitian Kolam Raja Terganjal Dana PDF Print
Friday, 12 March 2010
MOJOKERTO (SI) – Pelaksana Tugas (Plt) Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan Aris Sovianto mengaku tak memiliki dana yang memadai untuk melakukan penelitian situs kolam pemandian raja yang ditemukan di Dusun Nglinguk, Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan,Kabupaten Mojokerto,Jatim.

Dia meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto untuk memberikan bantuan dana sehingga penelitian bisa dilakukan sesuai rencana. Rencananya, penelitian tahap awal dilakukan pada April mendatang selama 10 hari.”Setelah itu, baru diketahui proyeksi penggalian selanjutnya,” tukas Aris.Menurut Aris,penelitian tahap kedua dilakukan bersama Balai Arkeologi Yogyakarta. “Diperkirakan ada penggalian yang lebih besar, sehingga membutuhkan anggaran yang tak sedikit.”Sebab,dia meyakini ada temuan lain, selain kolam kuno yang ditemuan Ruskan,warga setempat. Diperkirakan, benda bersejarah tersebut masih terpendam dalam tanah.

”Kami belum memprediksi berapa luasnya.Karena itu, untuk menyebutkan berapa anggaran total untuk penggalian, kami juga belum bisa menghitung,” katanya. Aris mengaku tak bisa sendirian melakukan penggalian secara total,jika benar di lokasi temuan itu masih banyak bangunan pendukungnya. “Karena itu, Pemkab Mojokerto harus andil dalam menggali peninggalan sejarah tersebut,” katanya.Terlebih lagi, pemerintah memiliki kewajiban dalam pelestarian, perlindungan,pemanfaatan dan pengembangan terhadap peninggalan dan barang bersejarah.

“Kebijakan itu tertuang dalam peraturan bersama Mendagri dan Menbudpar Nomor 42 tahun 2009, Bab II Ayat 2,”tukasnya. Wakil Bupati Mojokerto,Wahyudi Iswanto mengaku siap memberi bantuan dana untuk melakukan penelitian kolam pemandian raja terhadap BP3 Trowulan.Apalagi, bantuan tersebut sudah memiliki payung hukum yang jelas, seperti yang tertuang dalam peraturan bersama Mendagri dan Menbudpar. ”Kalau memang ada aturan untuk itu, kami siap saja membantu.

Toh, kami juga bangga karena ada benda sejarah penting yang sudah ditemukan,” terang Wahyudi. Soal berapa anggaran yang akan dikucurkan dalam penelitian tersebut,Wahyudi mengaku akan menyesuaikan dengan kekuatan anggaran.”Yang jelas,kami punya komitmen untuk melestarikan benda bersejarah,”ujarnya. (tritus julan)