VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9100.008850.00
SGD7229.807214.80
AUD9828.759523.75
JPY118.58114.12
9-Feb-2012 / 10:42 WIB

 
Rela Berdesakan di KRL PDF Print
Friday, 12 March 2010
MASALAH kemacetan di Jakarta sampai saat ini belum bisa diatasi dengan baik.Apalagi, volume kendaraan semakin bertambah banyak.


Ada sebuah kebiasaan yang dilakukan mantan anggota DPR RI Didik J Rachbini untuk mengajak para pejabat dan masyarakat mengurangi kemacetan Ibu Kota,yakni dengan naik kereta api. Tokoh Partai Amanat Nasional ini kerap naik kereta api (KRL) setiap pulang kerja. Dia rela berdesak- desakan dengan penumpang lain. Soal bau keringat, pria kelahiran Pamekasan, Jawa Timur, 2 September 1960 ini tidak memedulikan hal tersebut. ”Kemacetan tersebut tidak dapat diselesaikan tanpa adanya sistem transportasi massa.

Adanya Transjakarta hanya sebagai salah satu solusinya.Saya sendiri naik kereta api dari Jakarta ke Depok, ke rumah tinggal saya,”ungkap Didik kepada Harian Seputar Indonesia kemarin sore. Kebetulan kereta api sekarang ini, diakui pendiri dan pengajar di Universitas Paramadina Mulya ini, sudah cukup memadai.Artinya,pelayanan yang diberikan PT Kereta Api Indonesia sudah cukup baik. Didik sendiri merasakan betul ketika kereta api ekspres AC yang ditumpanginya itu cukup nyaman. Bahkan tak jarang,dia pun tidur di dalam kereta. Perjalanan saya itu sering dari Stasiun Gondangdia ke Depok,dan hanya butuh waktu 25 menit,”ungkapnya.

Biasanya,ketika akan menumpang kereta api,dosen Program Magister Manajemen UI dan MPKP UI ini minta diantarkan sopir pribadinya dari kantornya ke stasiun terdekat, Gondangdia. Setelah itu, Didik langsung membeli karcis dan menunggu kereta api jurusan Bogor. ”Saya pikir transportasi kereta api ini pilihan yang bagus,tentunya dengan kereta yang cepat. Kalau yang biasa payah,”akunya. (tedy)