VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.00 8875.00
SGD7185.82 7170.82 
AUD9810.20 9506.20 
JPY118.25 113.83 
10-Feb-2012 / 11:40 WIB

 
Dua Ajudan Kapoltabes Tertembak PDF Print
Friday, 12 March 2010
Image

EVAKUASI KORBAN Sejumlah anggota Polda Sumsel mengevakuasi Briptu Ahmad Bela yang mengalami luka tembak di bagian pantat kanan ke Rumah Sakit Bhayangkara kemarin.


PALEMBANG (SI) – Acara pemusnahan senjata api ilegal di halaman Polda Sumatera Selatan (Sumsel) kemarin berubahmenjadibencana.

Se-buah senjata api yang tengah dimusnahkan anggota Satuan Tim Gegana Brigade Mobil (Brimobda) Bripka Indra menggunakan mesin potong, tiba-tiba meletus dan melukai dua ajudan Kapoltabes Palembang Kombes Pol Lucky Hermawan. Kedua korban yakni,Briptu Ahmad Bela yang mengalami luka tembak di bagian pantat kanan atas, dan seorang sopir Kapoltabes, Doris mengalami luka tembak di bagian paha kiri.Saat itu juga kedua korban langsung dilarikan ke RS Bhayangkara. Insiden ini terjadi sesaat setelah Gubernur Sumsel H Alex Noerdin meninggalkan lokasi.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Hasyim Irianto berjanji segera memeriksa anggota yang melakukan tugas pemusnahan dan anggota yang terkena tembakan. “Kita akan dalami lagi. Mungkin kurang teliti dan tidak melaksanakan prosedur. Selain itu, kita cek dulu anggota yang terkena tembakan yang saat ini dirawat di RS Bhayangkara,mudah-mudahan tidak terlalu mengkhawatirkan,” ujarnya kemarin. Kapolda menjelaskan,sebelum pemusnahan senjata dilakukan, semua prosedur telah ditempuh. Dia menduga insiden itu terjadi lantaran masih ada amunisi yang tertinggal dalam senjata laras panjang tersebut.

“Saya memang tidak melihat secara detail kronologisnya seperti apa sebab acara pemusnahaan secara simbolis yang dilakukan para unsur muspida telah selesai, dan dilanjutkan pemusnahan seperti biasa,”jelasnya. Alumnus Akpol 1977 ini menegaskan, senjata api ilegal yang dimusnahkan kemarin merupakan hasil serahan masyarakat dan hasil sitaan dari para pelaku kejahatan. Jumlah senjata api rakitan yang dimusnahkan kemarin sekitar 600 buah. Rinciannya, 461 senpi laras panjang dan 139 buah senpi laras pendek. Selain senjata api, pihaknya juga memusnahkan 26 buah senjata tajam, 428 butir amunisi,dua buah granat, dan 22,250 kg ganja yang dikemas menjadi 31 bungkus bentuk batu bata.

Kronologis

Pemusnahan senjata api ilegal tersebut berlangsung pukul 08.00 WIB disaksikan Kapolda Sumsel Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Hasyim Irianto,Gubernur Sumsel Ir Alex Noerdin, unsur muspida dan masyarakat Sumsel. Nah, sekitar pukul 09.10 WIB, sesaat setelah acara pemusnahan simbolis ditutup Kapolda,insiden berdarah ini pun terjadi. Di mana, saat itu sejumlah anggota Sat Brimob Polda Sumsel tengah melanjutkan pemusnahan senjata menggunakan alat pemotong.

Lokasi pemusnahan kali ini tidak lagi menggunakan lokasi pemusnahan simbolis seperti yang dilakukan Kapolda dan Gubernur Sumsel sebelumnya, melainkan di luar tenda tepatnya dekat gedung Sat Tipikor Dit Reskrim. Saat itu,tiba-tiba senjata laras panjang yang tengah dipotong salah satu anggota Sat Brimobda, Bripka Indra meletus dan membuat gempar anggota yang lain. Suasana makin panik manakala ada teriakan dan rintihan dari arah lokasi parkir mobil Kapoltabes Palembang yang hanya berjarak 10 meter dari lokasi pemusnahan senjata.

Suara rintihan itu berasal dari Briptu Bela dan Doris, yang saat itu tengah berkumpul dengan puluhan ajudan para pimpinan Satwil Polda Sumsel,tepatnya belakang mobil Honda CRV Nopol BG 10 PP milik Direktur Polair AKBP Raden Prasetyo dan mobil Kapoltabes Palembang Kombes Pol Lucky Hermawan, Kijang Innova BG 87 LH. Kejadian begitu cepat. Briptu Bela yang tertembak berteriak minta tolong seraya bertahan sambil berdiri di belakang mobil Honda CRV.Tangan kanannya masih memegang tongkat komando dan topi PDH milik Kapoltabes Palembang. Sedangkan tangan kiri menahan luka tembak.

Sementara Doris yang berada di sebelahnya juga mengalami luka tembak pada paha kiri.Saat itu juga keduanya langsung dievakuasi ke mobil Ambulance Bid Dokkes Polda Sumsel yang diparkir di samping mobil Kapoltabes Palembang. Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Sumsel Kombes Pol Abdul Gofur mengatakan, kedua korban telah dibawa ke RS Bhayangkara di Paviliun III. Seorang korban, yakni Doris setelah menjalani pengobatan diperbolehkan pulang. Menurut dia,Doris terkena pecahan letusan senpi laras panjang. ”Kita akan lakukan pemeriksaan terhadap Bripka Indra yang melakukan tugas pemusnahan senpi itu. Apapun jenis sanksi yang diberikan, semuanya diserahkan ke ankumnya.

Namun semuanya masih dilakukan pemeriksaan secara intensif,”jelasnya. Terkait dugaan unsur kelalaian saat pemusnahan senpi yang dilakukan anggota Bripka Indra, alumnus Akpol 1986 menegaskan, pihaknya tidak akan berandaiandai karena sekarang masih dilakukan pemeriksaan secara intensif.” Semua prosedur yang ada telah dipenuhi termasuk pemeriksaan dan pengecekan keamanan,” papar Gofur.

Tahun 2007 lalu,insiden serupa juga sempat terjadi saat acara pemusnahan senpi oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Iman Haryatna. Salah satu senpi yang dimusnahkan mengeluarkan letusan, namun tidak sampai memakan korban. (hengky chandra agoes)  

 
coverpalembang