|
||||||||||||||||||
| Merealisasi Mimpi Nomor Satu Menjadi Kenyataan |
|
|
| Friday, 12 March 2010 | |
|
Yoshikazu Tanaka,33,masih muda,kaya,lajang pula. Dia menjadi bintang
dalam jajaran orang terkaya versi majalah Forbes.Dia menjadi miliarder
pada saat banyak perusahaan dan pengusaha harus berpikir keras
menghadapi persaingan dan krisis keuangan global.
FORBES menempatkan Tanaka sebagai orang kaya sedunia pada peringkat ke-721 dengan nilai kekayaan bersih USD1,4 miliar.Sama seperti miliarder termuda kedua pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, Tanaka menghasilkan nilai kekayaan dari situs jejaring sosial Gree. Majalah Forbes Asia pun menyebut Tanaka sebagai miliarder mandiri yang paling muda terkaya di Asia dan kedua termuda di dunia. Gree pun menjadi situs jejaring sosial yang paling cepat pertumbuhan keuntungannya dibandingkan lainnya di Jepang. Sebenarnya, Tanaka memulai karier di dunia multimedia sejak bergabung dengan Sony.Kemudian, dia bekerja dan menjadi orang kepercayaan miliarder Hiroshi Mikitani yang memiliki situs belajar onlineRakuten.Tanaka sebenarnya adalah “siswa” dari miliarder Jepang tersebut. Belajar dari cara bisnis Mikitani,Tanaka mendapatkan pengalaman bekerja di dunia online, bagaimana cara membuat situs yang menarik bagi masyarakat, bagaimana menjadikan internet sebagai pundi-pundi kekayaan, dan bagaimana menjadi miliarder dengan bantuan dunia maya. Selanjutnya, tidak mau hanya menjadi pengekor, pada 2004,Tanaka memutuskan untuk meninggalkan Mikitani dan mendirikan Gree. Awal konsep Gree,Tanaka terinspirasi oleh pakar psikologi sosial asal Amerika bernama Stanley Milgram tentang konsep “pemisahan enam derajat”.Konsepnya, hanya dibutuhkan maksimal enam orang untuk menjangkau siapa pun dan di negara bagian mana pun di Amerika Serikat. Artinya, hanya ada enam derajat pemisahan bagi seseorang untuk bisa menjangkau seseorang lainnya yang dia butuhkan, di mana pun di dunia. Konsep Milgram tersebut benarbenar diterapkan oleh Tanaka dalam mengembangkan Gree. Jadinya, Tanaka mengembangkan situs jejaring sosial tersebut menjadi permainan sosial yang ringan sehingga berbeda dengan para pesaingnya. “Orang Jepang suka memainkan games,” kata Tanaka. Apalagi, kata dia, banyak anak yang kecanduan permainan di komputer.Apalagi, identitas yang ditonjolkan Greeadalah ringan dan mudah. Strategi yang berbeda tersebut membuat 1 juta orang tertarik bergabung dengan Gree hanya dalam satu bulan sejak didirikan.Mereka mau membayar pakaian virtual, dan aksesori untuk berpartisipasi dalam permainan sosial dalam ponsel mereka. Selain konsep Milgran,Tanaka juga tertarik dengan dunia digital setelah membaca buku karya futuristasal Amerika Alvin Toffler pada 1980 yang berjudul Powershift saat masih menjadi siswa menengah pertama (SMP). Kemudian,dia bersentuhan dengan internet pertama kali pada 1996 ketika menunjungi Amerika Serikat. Tiga tahun setelah lulus dari Universitas Nihon dengan gelar sarjana politik dan ekonomi, dia bergabung dengan Sony. Menariknya,ruangan di kantor Gree dinamai dengan tempat tumbuhnya perusahaan raksasa internet Amerika. Satu ruangan diberi nama “Sunnyvale” yang dikenal sebagai kantor pusat Yahoo dan ruang lainnya adalah “Mountain View”yang menjadi markas Google. Bahkan, Kantor Pusat Gree pun terlebat di Bukit Roppongi,Tokyo. “Itu seperti Zen,” ungkap Tanaka kepada Forbes.Konsep Zen adalah konsep itu sangat menekankan diri pada manusia untuk menjaga keseimbangan hubungan kepribadian dirinya dengan lingkungan sekitarnya. Setiap hari, Tanaka selalu mengamati perkembangan para kompetitornya,khususnya situs jejaring sosial Mixidan DENA.Setiap Senin pagi, dia mengadakan rapat bersama 10 eksekutif perusahaannya di kantor pusatnya.Setiap bertemu dengan karyawannya, dia selalu mendorong agar perusahaan menjadi nomor satu dan mengalahkan para kompetitor. Dia tidak bosan mengulangi pernyataan tersebut. Konsep menjadi nomor satu juga selalu berada di otak dan hati sanubari Tanaka. Dia benar-benar menanamkan konsep nomor satu itu pada diri sendiri sebelum dibeberkan kepada pegawai dan karyawannya. “Selanjutnya adalah mewujudkan konsep nomor satu dari mimpi dan ideologi menjadi kenyataan,”paparnya. Nah, semangat menjadi nomor satu yang awalnya menjadi mimpi pun berubah menjadi kenyataan meski membutuhkan proses panjang. Gree mampu melibas semua kompetitornya.Nilai saham Gree di pasar modal Jepang membengkak dua kali lipat pada 2009.Sebanyak 51% saham perusahaan yang dijual Tanaka senilai USD170 juta pada Desember 2008 melejit hingga USD1,6 miliar. Sebuah angka yang fantastis dalam industri Jepang di saat krisis. Alhasil, dia pun menjadi orang kaya ke-18 dari 40 orang terkaya di Jepang pada tahun ini.Pendiri situs jejaring sosial MixiKenji Kasahara hanya menduduki peringkat ke-33 dengan nilai kekayaan bersih USD720 juta, sedangkan pendiri DENA Tomoko Namba harus tergeser dari 40 orang terkaya karena nilai kekayaannya kurang dari USD500 juta. Tanaka termasuk satu dari tiga miliarder di Asia yang berusia di bawah 35 tahun dan satu-satunya yang mampu meraih kekayaan secara mandiri. Berbeda dengan Yang Huiyan, 28, warga negara China yang mendapatkan warisan dari sang ayah yang memiliki bisnis properti,dan Li Li Zhaohui,28,dari China pula yang juga meraih warisan dari ayahnya. Fenomena Gree memang menjadi pusat perhatian di Jepang. Kini, Greetelah memiliki 15 juta pengguna dari sebelumnya 8 juta pada tahun lalu. Gree telah melibas DENA pada September lalu dan kini mendekati Mixiyang memiliki 18 juta pengguna. “Kita akan melampaui pengguna Mixi dalam kurun waktu enam bulan ke depan,” paparnya pada Januari lalu. Dia pun optimistis bahwa jumlah pengguna Gree bakal mencapai 30 juta pada tahun ini. Greememperoleh 70% dari penjualan avatar,permainan,dan iklan teks maupun displai. Kinerja situs jejaring sosial ini cukup mencengangkan. Greeberhasil menjaring lebih dari 7 juta penggunanya untuk membayar berbagai fitur yang disediakannya. Selain menggarap situs jejaring sosial,Gree pun melebarkan sayap dengan mengembangkan permainan untuk aplikasi ponsel. Salah satu permainan yang paling laku adalah avatar bergaya manga. Mereka dapat berbelanja kebutuhan mulai dari pakaian hingga aksesori. Atas prestasi Tanaka dalam mengelola bisnis multimedia, dia pun disebut sebagai The Next Bill Gates. Pasalnya, ketika Gates dideklarasikan sebagai miliarder oleh Forbes,itu hanya beberapa hari sebelum dia berusia 32 tahun.Ketika itu, Gates hanya baru mendapatkan nilai kekayaan sebesar USD1,25 miliar. (andika hendra m) |