|
||||||||||||||||||
| Dulmatin Dikubur di Pemakaman Keluarga |
|
|
| Friday, 12 March 2010 | |
|
PEMALANG (SI) – Jenazah Dulmatin tadi malam diambil keluarganya untuk
dimakamkan di Pemalang. Keluarga Dulmatin meninggalkan RS Polri
Soekanto Tanoto, JakartaTimur,pukul 20.50 WIB. Anggota keluarga yang menjemput jenazah Dulmatin antara lain adalah Azzam Baabud, kakak kandungnya. Hari ini, Dulmatin rencananya dikubur di tanah milik orang tuanya, sekitar tiga meter sebelah utara pemakaman umum Desa Loning, Petarukan,Pemalang. “Tanah itu milik Dulmatin,warisan dari ayahnya, Umar,” ujar ayah tiri Dulmatin, Jazuli Arwan.
Diperoleh informasi bahwa di tanah warisan itu, Dulmatin dulu juga sempat berencana membangun madrasah.Terlihat sudah terdapat bangunan pondasi ukuran sekitar 6x10 meter.Namun tampak bangunan itu lama tak terurus. Beberapa warga kemarin ikut membantu membuat tenda dan mempersiapkan kursi di rumah Jazuli. ''Warga tidak masalah dikuburkan di sini,'' ungkap Sobirin,40, warga setempat. Sementara itu,keberadaan istri Dulmatin, Istiada, yang pernah kuliah di Undip,Semarang, diakui oleh pihak perguruan tinggi tersebut. Menurut Dekan Fakultas Kedokteran (FK), Undip, Soejoto PAK,Istiada memang penah kuliah di FK dan tercatat masuk tahun 1987. Selama masa kuliah ini lah, dia sempat berteman dengan Zakiyah Drajat, istri gembong teroris Imam Samudera.Namun Zakiyah baru masuk FK Undip tahun 1991. Semasa kualiah keduanya termasuk mahasiswa kemampuan biasabiasa saja, dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 2,25 dan 2,17. ''Tapi keduanya keluar samasama dengan keterangan tidak jelas, Istiada diketahui hanya sampai semester VIII tahun 1991, sedangkan Zakiyah diketahui keluar semester VI.Keduanya prestasinya biasa-biasa saja,'' paparnya. TNI-Polri Gelar Latihan Gabungan Antiteror Aparat keamanan tidak mau lagi kecolongan aksi terorisme. Untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengasah kemampuan,TNI dan Polri akan menggelar latihan gabungan antiteror.Rencananya, latihan akan berlangsung 11-13 Maret di Jakarta dan sekitarnya. Latihan gabungan bersandi Waspada Nusa II itu kemarin secara resmi dibuka dalam gelar pasukan pengamanan antiteror di Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat. Latihan dilakukan dengan target terwujudnya rencana operasi penanggulangan teror secara terpadu berdasarkan rencana tindakan kontingensi Mabes TNI dan Mabes Polri terhadap kemungkinan ancaman terorisme di wilayah Indonesia. Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri mengatakan, latihan gabungan dimaksudkan untuk meningkatkan profesionalisme TNI dan Polri dalam mengantisipasi dan penanggulangan aksi terorisme di Indonesia secara komprehensif dan integral. “Ini merupakan wujud keseriusan negara dan pemerintah memberikan perlindungan masyarakat terhadap aksi terorisme,”ujarnya. Selain Kapolri dan jajarannya, pembukaan latihan juga dihadiri sejumlah pimpinan TNI, yaitu Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, KSAU Marsekal TNI Imam Sufaat, KSAD Jenderal George Toisutta, KSAL Laksamana TNI Agus Suharsono. Tampak pula Wakil Gubernur DKI Jakarta yang juga mantan Asisten Teritorial TNI Mayjen Purn Prijanto. Kapolri menyatakan,TNI dan Polri merupakan ujung tombak penegakan hukum pertahanan negara.Kelestarian bangsa Indonesia bagi TNI dan Polri merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar lagi.Melalui latihan ini,dia berharap kemampuan deteksi dini TNI dan Polri untuk menghadapi ancaman, khususnya terorisme, semakin meningkat. Saat ditanya apakah latihan sebagai persiapan menyambut kedatangan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama, Kapolri secara tegas membantah.”Latihan ini direncanakan setiap tahun. Jadi, tidak untuk kedatangan Presiden Amerika saja, tapi penggelaran kegiatan TNI-Polri,”tegasnya. Senada dengan itu, Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso menegaskan bahwa latihan gabungan kalikeduasejak2008inimerupakan latihan berkala dan tidak ada hubungan sama sekali dengan rencana kedatangan Obama pada 20-22 Maret nanti. Menurutnya, latihan ini salah satunya dilatarbelakangi serangan teroris di Bombay, India, beberapa waktu lalu. (m abduh/sucipto/ miftachul chusna/ant) |