VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.00 8875.00
SGD7185.82 7170.82 
AUD9810.20 9506.20 
JPY118.25 113.83 
10-Feb-2012 / 11:40 WIB

 
Adios Los Blancos PDF Print
Thursday, 11 March 2010
Image

KECEWA: Reaksi kiper Real Madrid Iker Casillas setelah Miralem Pjanic membobol gawangnya di leg II 16 besar Liga Champions.


MADRID (SI) – Secara menyakitkan,Real Madrid Meninggalkan panggung Liga Champions.Hasil 1-1 dari Olympique Lyon membuat Los Blancos sebagai penonton kala final digelar di Santiago Bernabeu,22 Mei mendatang.

Pasukan bertabur bintang Los Blancos, julukan Madrid, seakan tak berdaya untuk memetik kemenangan atas Lyon. Hasil sempurna memang wajib didapat pasukan Manuel Pellegrini lantaran di pertemuan pertama Madrid menyerah 0-1. Namun, fakta di lapangan berkata lain. Iker Casillas dkk hanya mampu bermain 1-1. Hasil ini pun memperburuk catatan Los Blancos di enam musim terakhir. Kala itu mereka selalu gagal melaju ke perempat final. Pellegrini mengaku bertanggung jawab atas hasil memalukan tersebut.

Dia siap meninggalkan Santiago Bernabeu bila pihak manajemen memintanya. Dilansir dari Marca,Pellegrini disorot lantaran menerapkan strategi yang salah.Akibatnya,Los Blancostelat mengantisipasi perubahan skema permainan lawan. Bagi tim sekelas Madrid yang notabene salah satu favorit juara Liga Champions, kegagalan ini menjadi aib. Apalagi, awal musim ini Presiden Madrid Florentino Perez menyiapkan pasukannya menjadi sebuah tim juara. Total 252 juta euro digelontorkan Perez untuk memboyong punggawa anyar, termasuk Cristiano Ronaldo (94), Kaka (65), Xabi Alonso (30),dan Raul Albiol (15).

’’Saya tidak ingin berhenti dari pekerjaan ini (melatih Madrid). Tapi, saya akan mematuhi keputusan manajemen, sekalipun itu pemecatan,”tutur Pellegrini. Wajar jika Pellegrini menjadi kambing hitam. Sebab, Madrid punya kans besar menang setelah Ronaldo (menit keenam) menaklukkan penjaga gawang Hugo Lloris. Madrid juga terus mendominasi jalannya permainan hingga turun minum. Namun, kesalahan taktik pada babak kedua mengubah semuanya. Setelah turun minum, Pelatih Lyon Claude Puel mengubah formasi dari 4-3-3 menjadi 4-4-2. Dia memasukan Kim Kallstrom dan Maxime Gonalons menggantikan Jean Alain Boumsong dan Jean Makoun serta menarik Jeremy Toulalan lebih ke tengah.

Hasilnya, Lyon dapat memenangi pertarungan di lini tengah dan menyamakan kedudukan lewat Miralem Pjanic (75). Ironisnya, Pellegrini tidak mampu berbuat apa-apa. Dia malah melakukan kesalahan fatal, yakni mengganti Kaka dengan Raul Gonzalez. ’’Hanya pengecut yang selalu mengganti pemain jangkar dan mengalihkan fokus pemain lain tanpa alasan jelas,” tutur Kaka kepada Pellegrini. Meski Madridistas––pendukung Madrid––berteriak agar Pellegrini diganti, Direktur Umum Madrid Jorge Valdano tetap membela pelatih berkebangsaan Cile tersebut. ’’Ini memang bencana besar. Tapi, tidak sepatutnya menyalahkan seseorang.

Kami sangat menghormati Pellegrini. Kami percaya dengan kinerjanya. Intinya, kami tidak mau bertindak gegabah (dengan memecat Pellegrini),” ujarnya. Setelah kehilangan kans merebut gelar Liga Champions dan Copa del Rey, otomatis konsentrasi Madrid sepenuhnya tertuju pada Primera Liga. (m mirza)