|
||||||||||||||||||
| Lusa Gula Impor Masuk Jateng |
|
|
| Thursday, 11 March 2010 | |
|
SEMARANG(SI) – Ribuan ton gula impor mulai Minggu (14/3),masuk ke
wilayah Jawa Tengah.Gula tersebut merupakan bagian dari pengadaan yang
dilakukan oleh PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) dalam mencukupi
kekurangan kebutuhan gula di wilayahnya. Direktur PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX (Persero), S Hartoyo, menuturkan, gula impor yang akan masuk ke Jateng mencapai 29.500 ton. Sebelumnya secara nasional telah ditetapkan pengadaan gula impor oleh PTPN sebanyak 81.000 ton. Jumlah pengadaan tersebut dibagi untuk wilayah Jakarta, Jateng, dan Jambi.
''Dari target impor gula nasional itu, baru 45.000 ton yang sudah melalui proses lelang,dengan rincian 15.500 ton oleh Jakarta dan 29.500 ton oleh Jateng. Untuk di Jateng, gula akan datang sekitar tiga hari lagi,'' katanya,di sela-sela peringatan HUT PTPN IX yang ke- 14 di kantornya,kemarin. Diakui Hartoyo, meski tidak ada kendala apapun selama proses impor gula,namun harga beli yang dipatok masih relatif tinggi.Harga pembelian gula impor ini masih pada kisaran USD820 per ton atau dengan rata-rata harga Rp9.200 per kilogram.''Saat lelang dulu harga gula nasional memang masih tinggi.Padahal,saat ini harga mulai turun di kisaran USD710-720 per ton,'' jelasnya. Terkait masuknya gula impor ini, Hartoyo melanjutkan, akan segera berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian Jateng. Hal ini dilakukan untuk proses pendistribusian gula hingga pada akhirnya dapat dirasakan oleh masyarakat. Dalam proses pendistribusian nanti,secarateknisakandiserahkan kepada Dinas Perindustrian,untuk menunjuk distributor-distributor yang dapat melaksanakan penjualan langsung kepada konsumen. Disinggung potensi produksi gula lokal di Jateng ke depan,Hartoyo mengaku, sebenarnya masih bisa mencukupi kebutuhan masyarakat Jateng. Namun sayangnya terkendala oleh hama tikus yang merebak di sejumlah perkebunan tebu. Dengan demikian, hal tersebut mengurangi produktivitas tanaman tebu untuk dapat diolah menjadi gula. ''Selain karena hama tikus,kendala lain yang terjadi yakni pada persaingan antar komoditi, di mana petani lebih memilih jenis tanaman lain berdasarkan perhitungan keuntungan,'' paparnya. Melihat kondisi demikian,maka pihak PTPN IX tengah menggiatkan pemberantasan hama tikus dan sosialiasi kepada petani terkait keuntungan menanam tebu.Jika langkah tersebut dapat berjalan mulus, maka diharapkan tahun depan tidak akan ada lagi impor gula. ''Untuk masalah produksinya sendiri sebenarnya tidak ada masalah,karena di Jateng setidaknya ada sembilan pabrik gula yang beroperasi,dengan kapasitas produksi yang cukup tinggi dan terus mengalami peningkatan,'' tandasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng,Ihwan Sudrajat, mengungkapkan, terkait impor gula pihaknya akan merekomendasikan 27 distributor yang akan mendistribusikannya ke outlet-outlet. Sebanyak 27 distributor ini telah memenuhi syarat dan sebagian besar berada di Solo dan Semarang. ''Kami menjamindistribusiiniakandalampengawasan sehingga gula bisa sampai ke konsumen.Untuk hal ini kami juga berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya,'' tuturnya. (m abduh) |